Elon Musk mendukung larangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic untuk perang. Diskusi dimulai di X ketika seorang user mencuitkan pendapatnya.
"Claude melakukan hal-hal luar biasa untuk pemrograman, tetapi ia akan menolak untuk melanjutkan pekerjaan pada proyek Anda jika ia berpikir Anda akan menggunakannya untuk mempromosikan hal-hal seperti nativisme," tulis @Oilfield_Rando.
"Saya 100% mendukung pemerintah melarang penggunaannya di militer. Grok sangat penting," imbuhnya. Elon Musk membalas unggahan tersebut dengan jawaban 'ya'.
Melansir Times of India, Rabu (8/4/2026) ini adalah pertama kalinya Musk menyuarakan dukungannya untuk larangan Anthropic. Dalam unggahan sebelumnya, miliarder teknologi itu menulis 'Anthropic membenci Peradaban Barat'.
Bahkan, beberapa minggu yang lalu, ia menyebut AI perusahaan itu 'misantropis dan jahat'. Dia juga secara pribadi menyerang filsuf Anthropic, Amanda Askell, atas perannya dalam membentuk etika Claude.
Anthropic vs Pentagon
Bulan lalu, Departemen Perang AS menetapkan Anthropic sebagai 'risiko rantai pasokan'. Ini adalah label yang secara historis hanya diterapkan pada perusahaan asing.
Konflik dimulai ketika Anthropic menolak ultimatum Pentagon untuk akses penuh dan tanpa batasan ke alat AI-nya, Claude, dengan alasan kekhawatiran etis terkait pengawasan massal dan senjata otonom sepenuhnya. Dalam unggahan Truth Social, Presiden Donald Trump menggambarkan kepemimpinan perusahaan tersebut sebagai 'orang-orang gila sayap kiri'.
"AMERIKA SERIKAT TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN PERUSAHAAN RADIKAL KIRI YANG SOK KRITIS UNTUK MENDIKTE BAGAIMANA MILITER KITA YANG HEBAT BERPERANG DAN MEMENANGKAN PERANG!" tulis Trump dengan huruf kapital dalam unggahan tersebut.
Sebagai tanggapan, Anthropic menantang larangan tersebut, dengan mengajukan gugatan.
Pada 26 Maret, hakim distrik AS Rita Lin mengabulkan permintaan perusahaan AI tersebut. Hakim Lin mengkritik tindakan pemerintah, mengatakan bahwa tindakan tersebut tampak seperti upaya untuk melumpuhkan Anthropic daripada keputusan langsung untuk berhenti menggunakan alat AI Claude. Ia mencatat bahwa salah satu amicus brief menggambarkan langkah Pentagon sebagai upaya pembunuhan korporasi.
Simak Video "Video Presiden Meksiko Geram Dikaitkan dengan Kartel Narkoba oleh Elon Musk"
(ask/fay)