Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Instagram Dituding Bikin Kecanduan, Ini Pembelaan Bosnya

Instagram Dituding Bikin Kecanduan, Ini Pembelaan Bosnya


Fino Yurio Kristo - detikInet

Ilustrasi instagram
Foto: Getty Images/bombuscreative
Jakarta -

Bos Instagram, Adam Mosseri, menyatakan dalam persidangan terkait media sosial, bahwa ia meyakini adanya "penggunaan yang bermasalah" pada media sosial. Namun ia tidak menganggap hal tersebut sebagai sebuah kecanduan.

"Saya yakin pernah mengatakan ini, tapi menurut saya penting untuk membedakan antara kecanduan klinis dan penggunaan yang bermasalah," ujar Mosseri, dikutip detikINET dari CNBC.

Mosseri menilai kata "kecanduan" terkadang digunakan secara kasual. Ia mencontohkan bahwa meski ia pernah berkelakar kecanduan Netflix, itu bukanlah kecanduan klinis sebenarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ini masalah personal, tapi ya, saya rasa memang mungkin saja seseorang menggunakan Instagram lebih dari batas yang membuat mereka merasa nyaman. Kata 'terlalu banyak' relatif dan bersifat pribadi," kata Mosseri.

ADVERTISEMENT

Mosseri bersaksi di Pengadilan Tinggi Los Angeles, di mana penggugat menuduh media sosial Meta, YouTube, TikTok, dan Snap, menyesatkan publik mengenai keamanan aplikasi. Mereka dituduh tetap mempertahankan desain dan fitur tertentu meski mengetahui hal tersebut berdampak buruk bagi kesehatan mental pengguna muda.

Meskipun awalnya TikTok dan Snap termasuk dalam kasus ini, kedua perusahaan tersebut tidak lagi terlibat setelah mencapai kesepakatan damai dengan penggugat.

Fokus Gugatan: Fitur "Infinite Scroll"

Persidangan di LA ini berpusat pada penggugat berinisial "KGM" dan ibunya. Mereka menuduh perusahaan teknologi sengaja merancang fitur seperti infinite scroll yang memicu perilaku adiktif dan masalah kesehatan mental. "Bukti-bukti akan menunjukkan bahwa ia telah menghadapi banyak tantangan berat jauh sebelum mulai menggunakan media sosial," bantah jubir Meta.

Mark Lanier, pengacara penggugat, mencecar Mosseri mengenai kecanduan medsos dan keputusan bos perusahaan yang diduga berdampak negatif. Ketika ditanya apakah ada penggunaan Instagram yang bermasalah, Mosseri menjawab, "Saya rasa itu tergantung masing-masing individu."

Lanier juga menekan peran Mosseri sebagai "pengambil keputusan" di Instagram, apakah ia memprioritaskan keputusan yang mendatangkan laba sebelum pengujian, atau lebih mementingkan pengujian produk demi melindungi anak.

"Secara umum, kami harus fokus pada perlindungan anak di bawah umur, namun saya percaya bahwa melindungi mereka dalam jangka panjang akan berdampak baik bagi bisnis dan laba," jawab Mosseri.

Perdebatan Filter "Operasi Plastik"

Lanier menunjukkan bukti berupa rangkaian email dari November 2019 yang memperlihatkan eksekutif perusahaan berdebat soal pelarangan filter digital yang dapat mengubah wajah hingga tampak seperti operasi plastik.

Mosseri menyatakan perusahaan akhirnya melarang efek digital yang mendorong operasi plastik. Dalam utas email, eksekutif Meta membahas kekhawatiran pers dan pakar mengenai apakah efek filter tersebut dapat memicu gangguan kesehatan mental.

Bos Teknologi Meta, Andrew Bosworth, menyebutkan dalam email ia memberi tahu CEO Mark Zuckerberg soal filter tersebut, dan Zuckerberg mungkin ingin meninjaunya sebelum diimplementasikan.

Sementara itu, mantan eksekutif Meta, John Hegeman, berpendapat larangan total terhadap filter tersebut dapat membatasi daya saing perusahaan di Asia. Hegeman lebih memilih pengembangan kerangka kerja penggunaan yang bertanggung jawab daripada pelarangan total.

Lanier kemudian menunjukkan korespondensi di mana Mosseri diminta memilih satu dari tiga opsi sebelum diajukan kepada Zuckerberg. Opsi 1 larangan sementara, opsi 2 mencabut larangan tapi tidak merekomendasikan filter tersebut dan opsi 3 mencabut larangan sepenuhnya.

Mosseri memilih Opsi 2, yang menurut Lanier adalah pilihan yang masih mengandung risiko nyata bagi kesejahteraan pengguna. Dalam pemeriksaan silang, Mosseri menjelaskan kembali bahwa filter digital hanyalah bagian kecil untuk membuat konten lebih menyenangkan, dan perusahaan tidak menghasilkan uang langsung dari teknologi tersebut.




(fyk/fyk)
TAGS






Hide Ads