Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Grok AI Terancam, Elon Musk Mencak-mencak

Grok AI Terancam, Elon Musk Mencak-mencak


Fino Yurio Kristo - detikInet

Ilustrasi Grok AI
Grok AI Terancam, Elon Musk Mencak-mencak. Foto: detikINET via Gemini
Jakarta -

AI Grok yang terintegrasi dengan X menuai kritik di berbagai negara, bahkan diblokir di Indonesia lantaran digunakan untuk membuat konten deepfake mesum. Menanggapinya, Elon Musk selaku pemilik X mengatakan para pengkritik situs media sosialnya, X, sedang mencari alasan apa pun untuk melakukan penyensoran.

X kini telah membatasi penggunaan fungsi gambar AI Grok hanya bagi mereka yang membayar biaya bulanan, namun tindakan itu dinilai belum cukup menjadi solusi.

Di Inggris, badan pengawas Ofcom, menyatakan sedang melakukan review terhadap X dan Grok, dengan dukungan Menteri Teknologi Liz Kendall. Kendall menyebut Ofcom akan mendapat dukungan penuh pemerintah jika memutuskan untuk memblokir X di Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi upaya di Inggris yang mungkin berujung pemblokiran, Musk mengunggah ulang sejumlah pesan yang mengkritik tindakan pemerintah terhadap Grok, termasuk satu unggahan yang memperlihatkan gambar AI PM Inggris Sir Keir Starmer memakai bikini. "Mereka hanya ingin membungkam kebebasan berpendapat," tulis Musk.

ADVERTISEMENT

Kritikan tidak hanya datang dari pemerintah berbagai negara, tapi juga orang dekat Musk sendiri. Ashley St Clair, ibu dari salah satu anak Elon Musk, mengatakan kepada BBC bahwa Grok telah menghasilkan foto-foto seksual dirinya sewaktu kecil.

Influencer konservatif tersebut mengatakan gambarnya telah 'ditelanjangi' meskipun ia telah memberi tahu Grok bahwa ia tidak memberikan izin untuk gambar cabul tersebut.

St Clair, yang mengajukan gugatan terhadap Musk tahun 2025 untuk menuntut hak asuh tunggal atas anak mereka, menuduh situs media sosial tersebut tidak mengambil tindakan yang cukup untuk menangani konten ilegal, termasuk gambar pelecehan seksual anak.

"(Padahal) hal ini bisa dihentikan hanya dengan satu pesan kepada seorang insinyur," katanya yang dikutip detikINET dari BBC, Senin (12/1/2026).

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya mengambil langkah tegas terhadap Grok, layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) milik platform X (sebelumnya Twitter). Per Sabtu (10/1/2026), Komdigi resmi melakukan pemutusan akses sementara terhadap fitur Grok.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons mendesak untuk melindungi perempuan, anak, dan seluruh warga negara dari risiko penyalahgunaan teknologi AI.

"Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok," tegas Meutya Hafid




(fyk/asj)







Hide Ads