Impor Diperketat, Harga Printer Naik?
- detikInet
Jakarta -
Pemerintah telah memperketat masuknya printer melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 15/M-DAG/PER/3/2007 tentang ketentuan impor mesin multifungsi berwarna, mesin fotokopi berwarna dan mesin printer berwarna.Akibatnya, perusahaan pemasok printer tanah air mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan terkait kebijakan pemerintah ini. Apakah harga printer juga akan dinaikkan? Direktur Canon Datascript Merry Harun mengungkapkan, peraturan tersebut secara jelas akan berpengaruh kepada biaya yang harus dikeluarkan perusahaannya. Seperti membayar pihak ketiga sebagai surveyor, biaya stiker dan biaya administrasi lainnya."Sekarang tinggal bagaimana kita membebankan biaya ini, dan kita belum menghitung ke mana biaya ini akan dibebankan. Soalnya, produk printer sangat variabel, ada yang di bawah satu juta sampai di atas lima juta," ujarnya ketika dihubungi detikINET, Selasa (1/5/2007).Hanya saja, lanjut Merry, perusahaannya berjanji untuk mengusahakan peraturan ini tidak berpengaruh ke harga jual printer Canon di pasaran. "Kasihan juga masyarakat dengan daya beli yang pas-pasan, kemampuan mereka membeli perangkat-perangkat TI menjadi terbatas," imbuhnya. Sementara itu Yansen Setiawan, General Manager PT Harrisma Agung Jaya selaku distributor Fuji Xerox Printer (FXP) juga mengatakan hal senada. Menurutnya, peraturan tersebut membuat biaya masuk printer ke Indonesia menjadi lebih tinggi. "Pasti di market akan berpengaruh ke harga karena akan ada hidden cost yang kita nggak tahu. Biaya akan ada yang dibebankan ke harga penjualan dan ada juga sebagian yang tidak. Namun, belum bisa dipastikan berapa persen kenaikan harganya," tukas Yansen. Pemimpin pasar printer Indonesia saat ini, Hewlett-Packard (HP), juga mengakui untuk bisa menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang baru ini pasti ada pengaruh ke biaya yang ditimbulkan perusahaan. "Soal biaya-biaya (tambahan-red) itu pasti ada, tapi soal harga dan sebatas mana yang ditanggung konsumen dan perusahaan itu masih harus didiskusikan internal dulu," kata Mariana Kasim, direktur marketing imaging printing dan personal system HP Indonesia.
(ash/wsh)