Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indonesia di Posisi 72 dalam Ketersediaan Infrastruktur TIK

Indonesia di Posisi 72 dalam Ketersediaan Infrastruktur TIK


- detikInet

Jakarta - Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta menekankan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat penting dalam pembangunan nasional.Menurutnya, hal itu disebabkan paradigma dalam perekonomian dunia telah bergeser, yaitu dari masyarakat industri beralih menjadi masyarakat informasi.Alhasil, lanjut dia, kemampuan untuk mendapatkan, memanfaatkan, dan mengolah informasi, mutlak dimiliki suatu bangsa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus daya saing bangsa tersebut"Sebagai salah satu akses informasi, TIK mempunyai korelasi yang sangat erat dengan daya saing bangsa," ujar Paskah dalam sambutan tertulisnya pada acara ICT Indonesia Initiatives Conference, yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta hingga Kamis (26/4/2007).Berdasarkan suatu penelitian internasional dalam World Economic Forum 2005 yang dikutipnya, ia mengatakan, ketersediaan infrastruktur TIK memberikan kontribusi sekitar 17%-25% terhadap indeks daya saing suatu bangsa."Dilihat dari indeks kesediaan infrastruktur TIK Indonesia, kita hanya berada di peringkat ke-74 dari 104 negara selama 2003-2005. Sedangkan di 2006, kita berada di peringkat ke-72 dari 125 negara," tuturnya, kali ini mengutip hasil World Economic Forum 2006.Dari data tersebut, menurut dia, TIK nasional terlihat belum memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa.Dorong Kualitas HidupSementara di sisi lain, menurut Paskah, TIK ternyata juga mempunyai korelasi terhadap kualitas hidup manusia. Ia menyebutkan, pengalaman di negara-negara maju membuktikan bahwa pemanfaatan TIK dalam pembangunan manusia terbukti mendorong perbaikan kualitas dan taraf hidup masyarakatnya. "Terutama di bidang pendidikan dan kesehatan," ucapnya.Sebagai salah satu upaya pembangunan manusia Indonesia, pemerintah menetapkan target terciptanya masyarakat informasi Indonesia di tahun 2015-2019 sebagaimana tertuang dalam UU No.17/2007 tentang pembangunan jangka panjang nasional tahun 2005-2025. "Untuk mendukung hal tersebut, kita masih harus melakukan banyak hal.""Pertanyaannya adalah, bagaimana kita memanfaatkan dan mengembangkan TIK secara optimal untuk mendukung semua aspek pembangunan nasional secara menyeluruh, tidak saja infrastruktur TIK, tapi juga untuk pendidikan, kesehatan, pemerintahan, sosial budaya, hukum, pertahanan keamanan, dan aspek lainnya," Paskah menandaskan. (rou/ash)







Hide Ads