Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Turki Ringkus Sindikat Pembobol Bank Online

Turki Ringkus Sindikat Pembobol Bank Online


- detikInet

Jakarta - Lagi-lagi internet dipakai untuk mengeruk uang dengan jalan yang tidak halal. Kali ini kasus kejahatan via dunia maya menghantui Turki.Pihak berwajib kota Izmir, Turki, berhasil meringkus 17 orang yang diduga anggota sindikat pencurian dari account bank di Internet yang mencapai US$ 300.000 ($1 = Rp 9.050, sumber: detikcom).Penyelidikan diawali dari beredarnya keluhan pengguna internet tentang penarikan uang yang tak mereka ketahui pada rekening bank online mereka. Hal ini kemudian ditindaklanjuti oleh Izmir Organised Crime Bureau dengan menyebarkan 20 orang anggotanya untuk menyelidiki kasus ini.Tim tersebut memulai penyelidikan mereka dengan mengidentifikasi alamat IP yang digunakan untuk melakukan penarikan ilegal tersebut.Usut punya usut akhirnya diketahui, ternyata sindikat tersebut tidak bekerja sendirian, melainkan melibatkan 3 orang hacker asal Rusia sebagai penyedia username dan password curian dari pengguna bank online.Informasi identitas curian dari ribuan pengguna internet di Turki tersebut ditukar dengan bayaran sebesar 10 persen dari tiap pencurian uang yang berhasil dilakukan. Alhasil, ketiga nama pencuri identitas dari Rusia itu kini sudah berada di tangan Interpol.Graham Cluley, konsultan senior teknologi dari Sophos menyatakan, beberapa tahun belakangan ini berbagai program jahat seperti virus dan trojan tumbuh semakin pesat. Mereka biasanya digunakan untuk melakukan pencurian informasi account bank dari para pengguna Internet."Spyware dapat diam-diam bersembunyi dari para pengguna komputer. Program jahat tersebut menunggu sampai pengguna mengetikkan informasi penting mereka," tambah Cluley, seperti dikutip detikINET dari Vnunet, Minggu (18/2/2007).Cluely sendiri, mengacungkan jempol untuk kecepatan pihak berwajib Turki dalam menangani kasus ini. Namun, dirinya juga memperingatkan bahwa aksi phishing dan spyware merupakan masalah global yang membutuhkan penanganan bersama."Semua pengguna komputer harus melindungi dirinya sendiri demi melawan kejahatan seperti ini jika mereka memang masih ingin melanjutkan penggunaan bank online secara aman," tandas Cluely. (lni/dbu)





Hide Ads