Jepang 'Gantikan' Sipir dengan Chip Nirkabel
- detikInet
Jakarta -
Penjara pertama di Jepang yang dikelola swasta akan dibuka tahun depan. Penjara itu menggunakan teknologi chip nirkabel sebagai pengganti sipir. Penjara tersebut dibiayai pemerintah dan dijalankan oleh perusahaan rekanan. Termasuk rekanan adalah firma layanan keamanan, Secom Co Ltd. Penerapan penjara swasta ini adalah bagian dari upaya untuk memangkas biaya seiring meningkatnya jumlah penghuni penjara.Pemerintah akan memberikan rekanan tersebut sekitar 52 miliyar yen ($A577 juta) selama 20 tahun untuk membiayai fasilitas dan layanan. Hal ini akan menghemat pengeluaran sebesar 5 milyar yen ($A 55,49 juta). Adanya chip nirkabel di baju para tahanan membebaskan mereka untuk menemui para pengunjung tanpa didampingi oleh sipir penjara. Pasalnya, setiap kegiatan dapat diawasi melalui komputer. Demikian ungkap juru bicara Secom yang dikutip detikINET dari ninemsn.com, Kamis (7/12/2006). Fasilitas yang berlokasi di Yamaguchi, selatan Jepang, akan memiliki pagar kabel dan sensor infra merah yang mengitarinya. Sehingga penjaga tak perlu terus-menerus mengawasi pagar tembok. "Sebagai sebuah perusahaan, tentunya kami harus mencari untung. Tetapi proyek ini juga berarti sebagai kontribusi kami kepada masyarakat," ungkap juru bicara tersebut. Untuk mempermudah tahanan mencari pekerjaan sekeluarnya dari tahanan, penjara akan memberi pelatihan komputer bagi mereka. Ini jauh lebih bermanfaat daripada sekadar keahlian membuat meja dan kursi kayu. Sejumlah 1000 tahanan dengan pelanggaran ringan direncanakan akan memasuki kamp ini pada Mei 2007. Menurut Departemen Peradilan, jumlah tahanan di Jepang mencapai angka 79.052 di akhir 2005, meningkat 20 persen dari tahun 2001. Keterangan Foto: Cuplikan film dokumenter mengenai kehidupan penjara di Jepang. (Philippe Couture & Masami Uehara/Art&Facts, MFP, France2/2000). Sumber: documen.tv
(wsh/wsh)