Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
7 Alasan Dukung Megaproyek Palapa Ring

7 Alasan Dukung Megaproyek Palapa Ring


- detikInet

Jakarta - Ada tujuh alasan mengapa megaproyek serat optik pita lebar Palapa O2 Ring yang bernilai US$ 1,517 juta itu begitu penting bagi Indonesia. Seperti dinyatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan A. Djalil, tender megaproyek serat optik pitalebar Palapa O2 Ring yang bernilai US$ 1,517 juta akan digelar pada Oktober 2007. Saat 'menjajakan' megaproyek itu di ajang Indonesia Infrastructure Conference dan Exhibition (IICE) 2006, pemerintah pun menawarkan beberapa insentif untuk menarik minat para investor. Palapa Ring merupakan jaringan serat optik pitalebar yang dapat membawa data berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar yang terdiri dari tujuh cincin serat optik meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua serta delapan jaringan penghubung (back haul). Palapa Ring yang memiliki panjang keseluruhan 30.000 km tersebut diharapkan menghubungkan sekitar 33 provinsi dan 440 kota/daerah di seluruh Indonesia. Mulanya, ide pembangunan jaringan serat optik Palapa Ring diawali adanya kenyataan tingginya harga bandwidth di Indonesia yang mencapai US$ 5,07 per 100 Kbps sehingga memicu tingginya tarif telekomunikasi dan Internet kepada pengguna akhir. Untuk itu, dengan Palapa Ring, tarif telekomunikasi dan Internet diyakini akan turun sekitar 10-15% setiap tahun.Meski demikian, banyak yang meragukan proyek raksasa itu bakal menarik minat investor karena tak semua area yang hendak dibangun terbilang 'basah'. Namun, untuk menuju masyarakat berbasis informasi, pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi yang bakal menyentuh hingga pelosok pedesaan itu memang patut didukung. Apa pasal? Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto, pun menuturkan alasan-alasan tersebut, seperti dikutip detikINET, Jumat (3/11/2006).
1. Meningkatkan pembangunan ekonomi, kebudayaan dan masyarakat Indonesia, termasuk di daerah-daerah yang belum berkembang.2. Mengurangi kesenjangan digital antar masyarakat di kota-kota kecil yang belum terbangun jaringan broadband.3. Menawarkan berbagai peluang untuk berkompetisi dan kesempatan berbisnis di daerah-daerah yang belum berkembang.4. Meningkatkan jumlah titik akses terhadap jaringan pita lebar, yang mencakup 440 kota/daerah, di mana setiap kota/daerah itu akan menjadi satu access point pada jaringan broadband.5. Menyediakan layanan komunikasi publik dan pemerintahan yang efisien, aman dan berdaya jangkau luas, yang mencakup militer, kepolisian, meteorologi, pencegahan bencana, dan pelanggan korporat.6. Mengurangi tarif dalam bertelekomunikasi dan mendorong pemanfaatan akses broadband.7. Menyediakan kebutuhan masyarakat dalam bertelekomunikasi di masa kini dan di masa depan yang kemungkinan bergantung pada jaringan broadband.
Semoga saja bila megaproyek ini rampung, janji manis pemerintah untuk menurunkan tarif telekomunikasi dan internet benar-benar tewujud. (rou) (rou/wsh)







Hide Ads