'Cara Bisnis Content Provider Pertaruhkan Citra Operator'
- detikInet
Jakarta -
VP Marketing & CRM Telkomsel Erik Meijer mengatakan, sebagai operator berbagai langkah telah dilakukan untuk menertibkan cara berbisnis dari content provider. Mulai dari menetapkan aturan yang ketat untuk bekerja sama, komunikasi iklan yang jelas, hingga penggunaan keyword yang seragam."Khusus bagi pelanggan yang kesulitan berhenti, Telkomsel akan meminta langsung kepada content provider untuk menghentikannya jika memang ada permintaan dari pelanggan. Semua itu dilakukan agar pelanggan tidak kecewa, karena yang dipertaruhkan adalah citra operator," ujarnya saat diskusi tentang SMS Premium di Restoran Bebek Bali, Jakarta, Selasa (5/9/2006). Masih menurut Erik, carut-marutnya citra layanan SMS Premium selama ini di mata masyarakat tak terlepas dari tidak dipegangnya etika berbisnis oleh content provider. Dicontohkan, meskipun operator telah menerapkan aturan komunikasi beriklan dengan mengharuskan pencantuman kata "UNREG", namun hal itu masih diakali oleh content provider dengan memunculkannya dalam ukuran kecil."Ini kan jelas maksudnya menjebak, belum lagi layanan kuis SMS yang harusnya tidak bersifat langganan menjadi berlangganan. Hal-hal seperti ini yang akhirnya merugikan industri," jelasnya.Sementara GM VAS & Product Development XL, Suanta P Bukit mengatakan sebelum bekerjasama dengan content provider, operator terlebih dahulu melakukan proses penyaringan. "Jika tidak sesuai dengan ketentuan, tindakan pemblokiran akan dilakukan oleh operator," ujarnya.Dalam bermitra dengan content provider pun, lanjutnya, operator tidak asal pilih. "Harus jelas dari sisi revenue yang diberikan dan content yang tidak keluar dari aturan, etika, serta norma-norma di masyarakat," tandasnya. (rou)
(dbu/)