Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Lisensi Akses Terpadu' akan Turunkan Tarif Seluler

'Lisensi Akses Terpadu' akan Turunkan Tarif Seluler


- detikInet

Bandung - Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil yakin skema lisensi akses terpadu nantinya bisa menurunkan tarif telekomunikasi seluler di Indonesia. Hal itu dikemukakannya disela-sela acara peluncuran kerjasama Distance Learning antara Bakrie Telecom, ITB serta Qualcomm di Kampus ITB - Bandung, Jumat (25/8/2006). "Pokoknya kita sedang mempelajari, dengan demikian (lisensi tersebut-red) akan mendorong harga GSM turun. Saat ini seluler di Indonesia mahal sekali," tukasnya. Sofyan menekankan bahwa penurunan tersebut harus pada batas yang masih menguntungkan operator penyedia layanan telekomunikasi seluler. "Kalau tidak untung, mereka bubar dong," ujarnya. Menurut Sofyan nantinya peraturan mengenai lisensi akses terpadu tak perlu melalui persetujuan DPR terlebih dahulu. Lisensi tersebut, ujarnya, cukup diatur melalui Keputusan Menteri.Jika jadi diterapkan, skema lisensi terpadu itu akan mengakibatkan perubahan pada Biaya Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi. Kemungkinannya adalah biaya BHP untuk layanan fixed wireless access (FWA) akan naik. Rakhmat Junaedi, Direktur Corporate Service Bakrie Telecom, mengatakan saat ini BHP Frekuensi untuk FWA adalah 25% dari BHP Volumability (kapasitas jaringan yang terpakai). Bakrie, ujar Rakhmat, akan mempelajari skema lisensi baru tersebut dengan seksama. Heru Sutadi, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), menegaskan bahwa skema lisensi terpadu masih didiskusikan oleh BRTI. "Dan sebelum kebijakan tersebut dikeluarkan, akan lebih dulu didiskusikan dengan stakeholder telekomunikasi sehingga diharapkan merupakan happy-happy solution," ia menerangkan. (wsh) (wsh/)







Hide Ads