Universitas di Indonesia akan Terhubung Jaringan Pendidikan
- detikInet
Jakarta -
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional menggagas program pengembangan sistem dan jaringan informasi pendidikan tinggi, Indonesia Higher Education Network (INHERENT). Secara bertahap, sistem ini akan menghubungkan seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Pada tahap awal, jaringan akan mencakup 32 simpul yang tersebar di hampir seluruh ibu kota provinsi Indonesia.Pengembangan jaringan ini dilakukan sejalan dengan kebijakan pengembangan pendidikan tinggi yang tertuang dalam Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi (Higher Education Long Term Strategy/HELTS) 2003-2010. Dalam rangka menyiapkan pemanfaatan INHERENT, perguruan tinggi diundang untuk mengembangkan program yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat perguruan tinggi yang terhubung dengan sistem jaringan tersebut. Usulan pengembangan program ini diwujudkan dalam bentuk proposal hibah kompetisi yang akan didanai Ditjen Dikti."Saya mengharapkan partisipasi aktif dari setiap institusi untuk mengikuti Program Hibah Kompetisi ini," kata Dirjen Dikti, Satryo Soemantri Brodjonegoro, seperti dikutip detikINET, Senin (14/8/2006) dari dokumen INHERENT di situs Dikti.Pengembangan Konten dan AplikasiNantinya, hibah tersebut ditujukan untuk mengembangkan konten atau aplikasi yang akan dijalankan di atas INHERENT. Perguruan tinggi Program hibah dapat diikuti oleh semua perguran tinggi negeri yang dipandang sudah memiliki sumber daya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang memadai, yaitu: Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuruh Nopember Surabaya, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia dan Universitas Sumatera Utara.Hibah akan diberikan kepada perguruan tinggi negeri terpilih, yang menetapkan/memilih program untuk dikembangkan. Program yang dimaksud antara lain: pengembangan aplikasi pendukung manajemen perguruan tinggi yang siap diterapkan di perguruan tinggi lain; pengembangan sistem aplikasi pendukung kegiatan belajar mengajar berbasis TIK; pengembangan konten untuk kebutuhan e-learning; dan pengembangan sistem layanan informasi.Aplikasi yang dibuat oleh perguruan tinggi, selain diharuskan mengarah pada kebutuhan, juga harus melibatkan perguruan tinggi lain sebagai pengguna atau mitra. Dikti juga mengharuskan aplikasi tersebut berupa layanan terbuka (open source). Produk yang dihasilkan juga harus merupakan open source dan open content.Usulan hibah yang dapat diajukan masing-masing perguruan tinggi berjumlah total Rp 25 miliar, untuk jangka waktu pelaksanaan sampai 30 Desember 2006. Namun, besaran hibah akan ditentukan oleh kualitas proposal secara keseluruhan.Perguruan tinggi yang terhubung dalam INHERENT juga dapat merancang sistem pembebanan biaya kepada pengguna, untuk diterapkan pada tahun-tahun berikutnya. (nks)
(nks/)