Layanan Buruk, Operator Terbesar di Chile Digugat Rp 2,4 T
- detikInet
Jakarta -
Lima anggota legislatif Chile melakukan class action terhadap operator seluler terbesar di negaranya. Mereka menuntut ganti rugi US$ 260 juta atau hampir Rp 2,4 triliun sebagai kompensasi atas buruknya kualitas layanan yang diberikan pada lima juta pelanggannya.Seperti diberitakan Cellular News dan dikutip detikINET, Senin (07/08/2006), salah satu anggota kongres Jaime Mulet mengatakan, kegagalan dalam pelayanan yang diberikan operator Movistar itu terjadi "berulang-ulang dan terus-menerus"."Melakukan panggilan melalui Movistar layaknya menelepon pada malam tahun baru. Kemacetan jaringan (congestion) akan dimaklumi kalau keadaannya memang seperti malam tahun baru, dimana setiap orang saling memberikan selamat," ujar Mullet.Menurutnya, operator yang menguasai pangsa pasar 46% itu, gagal mencakupi beberapa area di negara itu sehingga panggilan acapkali gagal atau seringkali terjadi gangguan (interupsi).Bila gugatan mereka dikabulkan pengadilan, para anggota kongres tersebut mengklaim akan mengembalikan uang hasil tuntutan pada pengguna yang terkena imbas buruknya kualitas layanan, sebagai kompensasi.Sebagai informasi, kelima anggota kongres itu berasal dari Partai Kristen Demokrat, koalisi partai sayap kiri pro pemerintah yang terbesar di Chile.Hingga berita ini diturunkan, Movistar yang dibeli operator Spanyol Telefonica dari Bell South pada 2004 lalu, belum mau memberikan komentar sampai keluarnya putusan resmi dari pengadilan.Bagaimana dengan kondisi serupa yang terjadi di Indonesia? (rou)
(dwn/)