FBI Gaet Hacker 'Nakal' untuk Atasi Cybercrime
- detikInet
Jakarta -
Federal Beurau of Investigation (FBI) membutuhkan bantuan dari para Black Hacker untuk mengatasi kejahatan yang terjadi di dunia maya (cybercrime).Hal tersebut dilakukan dalam upaya kepolisan investigasi Amerika Serikat (AS) tersebut untuk terus mengembangkan strategi dalam mengantisipasi kericuhan yang terjadi di dunia cyber pada saat ini. "Kami (FBI) membutuhkan keahlian dan masukan dari kalian untuk mengembangkan strategi dalam peperangan di dunia cybercrime pada abad 21 ini," tutur Daniel Larkin, Kepala Divisi Cybercrime FBI di depan anggota Black Hat yang terdiri dari para hacker dan para profesional di bidang security. Larkin mengajak para hacker 'hitam' tersebut ketika menghadiri pembukaan konferensi keamanan tahunan Black Hat di Las Vegas. Black Hat sendiri merupakan suatu organisasi berkumpulnya para hacker dan cracker dari seluruh dunia.Berbeda dengan White Hat atau yang biasa disebut White Hacker, Black Hat dikenal sebagai pembobol sistem 'nakal' yang terkadang disertai dengan maksud jahat, seperti merusak atau mencuri data korban. Cybercrime saat ini memang dianggap semakin terorganisir dan lebih canggih dengan menerapkan teknik mutakhir, dan hal ini membuat agensi federal harus meningkatkan kerja sama dengan pihak lain. "Orang-orang yang kami kejar bukan sekedar melakukan kejahatan anak-anak lagi. Mereka sudah menghasilkan banyak uang dengan kejahatannya itu" Ujar Larkin. "Informasi penting mengenai teroris dan cybercrime bisa jadi ada di tangan anda lebih dulu sebelum sampai di tangan kami," tambahnya. Untuk melancarkan kerjasama yang baik ini, FBI siap menawarkan untuk saling bantu dalam pertukaran informasi dengan pihak lain. Demikian seperti dilansir Cnet dan dikutip detikINET, Jumat (04/08/2006).(ash)
(amz/)