Cara Pasang Set Top Box yang Benar, Biar Nggak Meledak

Cara Pasang Set Top Box yang Benar, Biar Nggak Meledak

ADVERTISEMENT

Cara Pasang Set Top Box yang Benar, Biar Nggak Meledak

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 27 Des 2022 19:44 WIB
Pemerintah mewanti-wanti masyarakat untuk bersiap migrasi ke TV digital. Set top box (STB) untuk migrasi ke TV digital pun sudah mulai marak dijual di toko elektronik.
Cara memasang set top box TV digital dengan baik dan tepat. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Set Top Box (STB) menjadi alat yang penting untuk membantu TV analog dapat menerima sinyal TV digital. Namun sebelum itu, pastikan detikers sudah memasang STB ini dengan benar dan tepat biar tidak celaka di kemudian hari.

Hal yang pertama yang mesti jadi perhatian adalah keaslian atau STB tersebut sudah tersertifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Sejauh ini, sudah ada 84 tipe unit STB dari berbagai macam merek yang bisa jadi pilihan masyarakat yang sudah tersertifikasi Kominfo dengan rentang harga sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribuan.

"Pastikan STB tersertifikasi agar ada garansi dari pabrikan. Kalau ada permasalahan terkait STB bisa disampaikan ke Service Center terdekat atau ke Call Center 159," ujar Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo Geryantika Kurnia beberapa waktu lalu.


Cara Pasang Set Top Box di TV Analog:

  • Pastikan membeli STB yang sudah tersertifikasi Kominfo
  • Buka kemasan STB, yang biasanya isinya terdapat remote, adaptor, kabel RCA (berwarna merah, kuning, putih), kartu garansi, dan buku panduan
  • Pindahkan kabel antena yang terpasang di TV ke perangkat STB
  • Pasangkan juga kabel RCA di TV yang terhubung ke STB
  • Setelah itu, menyalakan TV dan STB
  • Kemudian masuk ke setting dan pilih HDMI. Kalau TV kalian tidak ada HDMI, maka pilih menu AV
  • Lalu pilih menu pencarian saluran dan secara otomatis akan mendeteksi siaran TV digital.

Secara singkat disampaikan Gery, bahwa penyebab alat elektronik kecil seperti STB maupun alat lainnya meledak biasanya karena instalasi listrik yang kurang baik.

"Kecil kemungkinan STB bisa meledak dan menghancurkan/membakar seketika karena konsumsi daya STB yang kecil (rata-rata 5-10 watt) dan komponen capacitor yang digunakan pada alat2 tersebut juga kecil, tidak seperti capacitor pada pemancar TV/radio," tuturnya.

"Kalaupun meledak biasanya berupa letupan kecil berasap, tidak seperti bom," kata Gery menambahkan.

Lebih lanjut, Gery menyampaikan instalasi listrik yang kurang baik dan tegangan listrik yang tidak stabil bisa menjadi pemicu letupan tersebut.

"Capacitor di consumer device saat ini juga sudah mayoritas menggunakan solid-state, bukan lagi model tabung," imbuh dia.

Kominfo terus memperluas memperluas daerah yang terdampak pemadaman siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO). Setelah wilayah siaran Bandung, Semarang, Yogyakarta-Solo, dan Batam, Kominfo kembali mematikan siaran TV analog yang akan menyasar Surabaya dan sekitarnya pada 20 Desember kemarin.

Dengan suntik mati TV analog di Jawa Timur-1 tersebut, artinya melengkapi yang sudah lebih dulu dihentikan siarannya menjadi 265 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

"ASO 2 Desember total 255 dan ASO Jatim-1 10 kabupaten/ kota jadi total 265 dari 514 Kabupaten/kota," pungkas Gery.



Simak Video "Mahfud Md Sampaikan Daftar Stasiun TV yang Masih Bandel Siaran Analog"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT