Ini Perbedaan Siaran TV Analog dan TV Digital dan Kenapa Harus Ganti

Ini Perbedaan Siaran TV Analog dan TV Digital dan Kenapa Harus Ganti

ADVERTISEMENT

Ini Perbedaan Siaran TV Analog dan TV Digital dan Kenapa Harus Ganti

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 26 Des 2022 18:15 WIB
Perbandingan TV digital dan analog
Kominfo terus memperluas cakupan wilayah pemadaman siaran TV analog dan dialihkan ke siaran TV digital. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Surabaya dan sekitarnya menjadi wilayah terbaru yang dimatikan siaran TV analog. Selanjutnya, masyarakat hanya bisa menonton siaran TV digital. Sebenarnya, apa perbedaan siaran TV analog dan digital ini?

Pemadaman siaran analog atau Analog Switch Off (ASO) jadi agenda Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang bertujuan untuk mendigitalisasi penyiaran di Indonesia, di mana siaran analog sudah mengudara sekitar 60 tahun.

Kominfo mengungkapkan siaran TV digital menawarkan kualitas siaran yang lebih bersih gambarnya, suara lebih jernih, hingga lebih canggih dibandingkan dengan siaran TV analog.

Apa Perbedaan TV Analog dengan TV Digital?

TV Analog

  • Sinyal yang dipancarkan berupa sinyal analog yang ditangkap dengan menggunakan antena
  • Apabila sinyal analog lemah, maka tayangan akan berbintik (semut) dan suara tidak jelas karena terpengaruh noise
  • Menggunakan pancaran dengan memodulasikannya langsung pada pembawa frekuensi
  • Biaya operasional tinggi karena setiap stasiun TV menggunakan pemancar sendiri

TV Digital

  • Sinyal yang dipancarkan berupa sinyal digital yang ditangkap dengan menggunakan antena
  • Gambar jauh lebih bersih dan suara lebih jernih daripada analog
  • Data terlebih dahulu dikodekan dalam bentuk digital, baru dipancarkan
  • Biaya operasional lebih hemat karena beberapa stasiun TV berbagi infrastruktur pemancar dengan penyelenggara multipleksing

Selain itu keunggulan dari siaran TV digital ini yang tidak dipunyai TV analog, seperti keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) yang akan jadi peringatan kepada masyarakat setempat jika terjadi bencana alam di lingkungan sekitar, yang harapannya masyarakat dapat dievakuasi dengan cepat setelah menerima informasi tersebut.

Fitur lainnya di siaran TV digital, yaitu sinyal siaran yang lebih stabil berkat adanya teknologi Digital Video Broadcasting - Second Generation Terrestrial (DVB-T2), TV digital ramah keluarga karena penonton bisa membatasi program acara sesuai usia dengan teknologi parental lock, dan fitur Electronic Program Guide (EPG) untuk melihat kategori, jadwal, dan deskripsi acara.

"Dalam masa peralihan ke siaran televisi digital, masyarakat tetap bisa untuk menonton siaran televisi analog, namun sangat dianjurkan untuk mulai merubah tangkapan sinyal antena di rumah dari siaran analog ke digital," kata Kominfo.

Bagi masyarakat yang memiliki TV analog, maka dibutuhkan alat tambahan bernama set top box yang harganya sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribuan. Sedangkan, kelompok rumah tangga miskin ekstrem akan mendapatkan set top box gratis.

Apakah TV digital Berbayar?

Meski ada keunggulan yang sangat jauh dari siaran TV digital dan canggih. Tak sedikit masyarakat yang khawatir jika siaran digital itu berbayar, pakai kuota internet.

Kominfo menegaskan siaran TV digital tidak berbayar alias gratis seperti siaran analog sebelumnya karena free to air. Sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya bulanan seperti langganan TV kabel maupun harus pakai kuota internet untuk menonton siaran TV digital.



Simak Video "Mahfud Md Sampaikan Daftar Stasiun TV yang Masih Bandel Siaran Analog"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT