Asia Pasifik Sepakat Perangi Teroris Cyber
- detikInet
Jakarta -
Forum Regional ASEAN mengumumkan rencana untuk mencegah serangan cyber pada infrastruktur kritis. Termasuk mencegah pemanfaatan sumber daya online oleh teroris. Forum Regional Associations of Southeast Asian Nations (ASEAN) mencakup negara-negara anggota ASEAN dan negara lain seperti Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Cina. Dalam pertemuan tahunan di Kuala Lumpur, Malaysia, forum tersebut sepakat untuk melawan penyalahgunaan sumber daya komputer. Seperti diberitakan oleh AFP, yang dikutip detikINET, Sabtu (29/07/2006), forum tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa penyalahgunaan komputer oleh teroris merupakan tindakan yang 'merusak dan menghancurkan dan merupakan manifestasi terorisme global'.Seluruh 26 negara dalam forum tersebut akan membangun jaringan peringatan yang terkait dengan kejahatan cyber. Jaringan itu akan memfasilitasi pertukaran informasi mengenai ancaman dan kelemahan, peringatan, serta patch secara real time. Negara-negara dalam forum tersebut juga akan saling berbagi kemampuan intelijen dan keahlian lain dalam melawan kejahatan cyber. Ini termasuk dalam menyusun hukum yang bisa mencegah serangan teroris yang direncanakan atau digalang melalui jaringan komputer. Setiap negara anggota akan melakukan usaha untuk membuat hukum kejahatan dan keamanan cyber. Selain itu juga menerapkan sebuah kerangka kerja nasional untuk menghadapi kriminal dan teroris online. Ironisnya, Indonesia sebagai salah satu negara ASEAN, hingga saat ini belum memiliki undang-undang Cyber yang spesifik. Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) saja masih 'terkatung-katung' di DPR. Meski demikian, belum lama ini Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil mengatakan RUU ITE akan mulai dibahas oleh DPR Agustus 2006. Pada akhir tahun 2006 Sofyan optimis RUU itu akan selesai digarap. Asia Tenggara disebut-sebut tak akan mampu menghadapi serangan berbasis internet. Meski teroris di daerah Asia Tenggara masih dianggap belum mampu melakukan serangan fatal di internet, saat ini internet telah banyak digunakan untuk mendukung kegiatan terorisme. Hal itu termasuk mencari anggota baru, penggalangan dana, dan koordinasi serangan. Anggota Forum Regional ASEAN mencakup Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Cina, Uni Eropa, Indonesia, Jepang, Laos, Malaysia, Selandia Baru, Papua Nugini, Filipina, Korea Selatan, Rusia, Singapura, Thailand, AS, Vietnam, Kamboja, India, Birma, Mongolia, Korea Utara, Pakistan, Timor Timur. (wsh)
(wsh/)