Aduh! Harga STB TV Digital Jadi Mahal Usai TV Analog Dimatikan

Aduh! Harga STB TV Digital Jadi Mahal Usai TV Analog Dimatikan

ADVERTISEMENT

Aduh! Harga STB TV Digital Jadi Mahal Usai TV Analog Dimatikan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 11 Nov 2022 16:42 WIB
Pemerintah mewanti-wanti masyarakat untuk bersiap migrasi ke TV digital. Set top box (STB) untuk migrasi ke TV digital pun sudah mulai marak dijual di toko elektronik.
Usai diterapkan Analog Switch Off (ASO) pada 2 November kemarin, harga set top box TV digital di pasaran mendadak mahal (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkoordinasi dengan Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) terkait harga set top box (STB) TV digital di pasaran agar tidak mendadak mahal maupun langka.

Sejak mulai diterapkannya suntik mati TV analog atau Analog Switch Off (ASO) pada 2 November 2022, tak sedikit masyarakat yang mengeluhkan perangkat pendukung TV analog agar dapat menerima siaran TV digital itu mulai melambung tinggi.

Seperti dialami oleh Ilham warga Depok. Betapa kagetnya ia saat ingin mengecek set top box di e-commerce, harganya tidak lagi sama alias sudah menjadi mahal daripada sebelumnya.

"Kemarina da teman minta rekomendasi STB murah, saya rekomendasikan yang saya pernah beli waktu itu harganya Rp 150 ribu itu sudah yang sertifikasi Kominfo. Eh, pas kemarin cari lagi di toko itu sudah habis. Di tempat lain, ternyata harganya jadi tinggi banget, sekitar Rp 380 ribuan," ungkapnya.

Terkait persoalan tersebut, Staf Khusus Menkominfo Rosarita Niken Widiastuti mengatakan pihaknya sedang koordinasi dengan Gabel yang isinya terdiri dari produsen perangkat set top box dan TV digital.

"Kita sudah koordinasi dengan Gabel, Gabel adalah pengusaha elektronik itu semua penyedia set top box tergabung di Gabel. Kita minta tidak menaikkan harga, itu sudah jelas," ujar Niken dalam webinar ASO, Jumat (11/11/2022).

Niken menyebutkan faktor yang membuat harga set top box TV digital mahal itu kalau yang menjualnya ada reseller.

"Ketika di pasar kemudian ada reseller ada tangan kedua, ketiga, atau keempat pasti harganya tidak bisa dikontrol karena itu hukum pasar, semakin tinggi permintaan akan semakin tinggi harganya," kata Niken.

Disampaikan Niken bahwa Kominfo tidak bisa mengendalikan harga set top box TV digital di pasaran. Ia hanya mengimbau agar masyarakat membeli perangkat tersebut di toko yang tepat.

"Kominfo tidak bisa melakukan operasi pasar ya, untuk harga set top box ini, tapi kami sudah imbau secara tertulis kepada perusahaan di Gabel. Jadi, kalau membeli set top box itu membeli saja di toko-toko di bawah Gabel, karena di sana awalnya sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribuan paling mahal. Di pasaran kalau harganya lebih dari Rp 300 ribuan itu terlalu tinggi ya, itu memang kondisi yang ada di lapangan," paparnya.

Sebelumnnya, kata Niken, Kominfo sudah mengimbau agar membeli set top box sejak jauh-jauh hari sebelum implementasi migrasi TV analog ke digital, sebab harganya masih normal.

"Sebetulnya setahun sebelumnya kita sudah sampaikan ke masyarakat apalagi jelang ASO itu diimbau segera pasang set top box karena nanti setelah ditutup pasti akan terjadi permintaan meningkat jadi harganya akan naik," pungkasnya.



Simak Video "Mahfud Md Sampaikan Daftar Stasiun TV yang Masih Bandel Siaran Analog"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT