Kominfo Sebut Putusan MA Soal TV Digital Perkuat ASO

ADVERTISEMENT

Kominfo Sebut Putusan MA Soal TV Digital Perkuat ASO

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 05 Nov 2022 07:55 WIB
Siaran TV Analog Jabodetabek Dimatikan
Pelaksanaan Analog Switch Off (ASO) atau peralihan siaran TV analog ke TV digital pada 2 November 2022. Foto: Adi Fida Rahman/detikcom
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait sewa slot multipleksing untuk siaran TV digital justru memperkuat pelaksanaan Analog Switch Off (ASO).

Suntik mati TV analog telah dilakukan pada 2 November 2022. Sebanyak 230 kabupaten/kota sejauh ini sudah tidak ada siaran analog, yang ada siaran TV digital, termasuk wilayah Jabodetabek.

Adapun putusan MA berisikan pembatalan Pasal 81 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021. Alasannya adalah, lantaran pasal dimaksud bertentangan dengan Pasal 60A UU Penyiaran jo. Pasal 72 angka 8 UU Cipta Kerja.

Isi dari Pasal 81 ayat (1) PP No. 46 Tahun 2021 yang dimaksud, yaitu: "LPP, LPS, dan/atau LPK menyediakan layanan program siaran dengan menyewa slot multipleksing kepada penyelenggara multipleksing."

Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia, mengatakan bahwa putusan MA tersebut tidak melemahkan pelaksanaan ASO.

"Putusan MA itu, justru itu memperkuat ASO harus mati. Coba lihat putusannya. Yang dipermasalahkan itu, boleh nggak sewa slot? diwajibkan nggak?," ujar Gery.

Gery kemudian memaparkan dari 693 lembaga penyiaran yang tersebar di seluruh Indonesia, 556 lembaga penyiaran di antaranya sudah sewa.

"Sebenarnya sewa menyewa ya itu B2B (Business to Business) saja, ya mau sewa silahkan. Buktinya dari 693, hampir 556 sudah sewa, sisanya 148 ini dalam proses sewa. Jadi, ini nggak ada isu, karena dari sisi cost itu sangat menguntungkan," tuturnya.

"Apalagi namanya life time-nya sudah habis. Mereka mau bangun infrastruktur, nggak ada yang menyediakan lagi. Kayak kita punya mobil kuno, cari sparepart-nya cari yang masih ada," sambung Gery.

Gery menambahkan 148 lembaga penyiaran yang belum melakukan siaran TV digital, tetapi sedang dalam proses ke sana.

"Cuma mungkin terlambat dari 2 November. Kita nggak masalah, mereka punya niat untuk bersiaran karena terus terang, 81% itu mereka senang tidak perlu (bangun) infrastruktur lagi. Coba bayangkan, dulu coverage hanya 10 km paling kuat, sekarang bisa 20 km sampai 40 km, kan luar biasa," pungkasnya.

Simak Video 'Sejarah Siaran TV Analog hingga Digantikan TV Digital':

[Gambas:Video 20detik]



(agt/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT