Suntik Mati TV Analog Jabodetabek Mundur, ATVSI: Masyarakat Belum Siap

Suntik Mati TV Analog Jabodetabek Mundur, ATVSI: Masyarakat Belum Siap

ADVERTISEMENT

Suntik Mati TV Analog Jabodetabek Mundur, ATVSI: Masyarakat Belum Siap

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 05 Okt 2022 11:15 WIB
TV digital
Suntik Mati TV Analog Jabodetabek Diundur, ATVSI: Masyarakat Belum Siap Beralih. Foto: Internet
Jakarta -

Suntik mati TV analog Jabodetabek semula akan dilakukan pada hari ini, Rabu (5/10/2022). Namun sehari selang diterapkannya migrasi TV analog ke digital tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memutuskan untuk diundur sampai 2 November 2022.

Dirjen Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo, Usman Kansong mengatakan keputusan untuk urung diterapkannya ASO Jabodetabek ini karena ada permintaan dari Asosiasi Televisi Swasata Indonesia (ATVSI).

Sebagai informasi, wilayah siaran Jabodetabek ini meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

"Ada permintaan dari ATVSI agar ASO di Jabodetabek juga 2 November 2022. Jadi ini (diundurnya) permintaan ATVSI," ujar Usman saat dihubungi detikINET, Selasa (4/10/2022).

Lebih lanjut Usman menjelaskan Kominfo dalam program migrasi TV analog ke digital ini sifatnya mendukung dan memfasilitasi industri. Disampaikannya, ASO sendiri sejatinya dilakukan demi kepentingan industri televisi dalam menghadapi disrupsi digital.

Kominfo mengabulkan permintaan dari industri di bawah naungan ATVSI agar ASO Jabodetabek diundur, karena masih dalam batas koridor yang diatur Undang-Undang Cipta Kerja batas akhir penghentian siaran TV analog dan dialihkan ke siaran TV digital itu pada 2 November 2022.

Usman pun mengimbau agar awak media menanyakan kepada ATVSI mengenai alasan penghentian siaran TV analog ke siaran TV digital di Jabodetabek ini.

Sekjen ATVSI Gilang Iskandar mengungkapkan alasan permintaan ATVSI agar ASO Jabodetabek dari 5 Oktober menjadi 2 November 2022 ini mempertimbangkan kondisi objektif masyarakat maupun industri televisi.

"Dari hasil survei Nielsen pada akhir bulan Agustus 2022, menunjukkan bahwa penetrasi kesiapan digital (digital ready) di masyarakat di DKI Jakarta baru 40 %. Artinya, masih 60 % lagi yang belum siap digital. Dan tentu jumlah masyarakat yang belum siap dengan perangkat tv digital tersebut akan lebih besar untuk wilayah Jabodetabek," tutur Gilang.

Gilang juga menyebutkan pihaknya membutuhkan tambahan waktu guna mempersiapkan sampai siaran TV digital di Jabodetabek ini dinyatakan oke untuk mengudara sepenuhnya.

"Di lain pihak, dengan diundurnya ASO Jabodetabek, maka akan ada tambahan waktu agar rencana mitigasi untuk industri televisi terutama pada masa transisi sekitar 2-5 bulan sejak dimulainya ASO bisa disusun dengan lebih baik lagi," pungkasnya.



Simak Video "Mahfud Md Sampaikan Daftar Stasiun TV yang Masih Bandel Siaran Analog"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT