TV Analog Dimatikan untuk Berantas Fakir Internet

ADVERTISEMENT

TV Analog Dimatikan untuk Berantas Fakir Internet

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 31 Agu 2022 10:15 WIB
Bali -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah dalam proses menghentikan siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO) yang kemudian dialihkan ke siaran TV digital, dengan deadline pada 2 November 2022. Apa alasan di baliknya? Salah satunya terkait pemerataan akses internet di Indonesia.

Rosarita Niken Widiastuti selaku Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika di sela sidang keempat DEWG G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/8/2022), menyebutkan bahwa salah satu alasan migrasi TV analog ke TV digital adalah untuk meratakan akses internet ke seluruh Indonesia.

"Selama ini TV analog satu stasiun televisi butuh 1 frekuensi. Ketika kita pindah ke siaran TV digital, 1 frekuensi bisa digunakan 6 sampai 12 stasiun atau channel televisi, sehingga efisiensi frekuensi. Daerah-daerah yang blankspot akses internet nantinya bisa dibangun infrastruktur dan masyarakat seluruh Indonesia nantinya bisa mendapatkan akses internet yang bagus dan untuk perkembangan 5G," kata dia.

Dengan akses internet yang lebih luas, maka pemerintah mengharapkan para UMKM semakin banyak yang bisa masuk ke marketplace. Hal itu akan mendorong makin banyak produk domestik dipasarkan di toko online.

"Produk dalam negeri bisa memenuhi marketplace. Seperti arahan bapak Presiden, kita harus bangga buatan Indonesia sehingga yang dipasarkan di Indonesia itu untuk dalam negeri," sebut Rosarita.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa akses internet memang krusial bagi masyarakat dan UMKM di seluruh pelosok Indonesia, tidak hanya di kota-kota besar. Maka dengan program ASO dan kemudian terus dibangun infrastruktur telekomunikasi, area blankspot atau susah sinyal bisa diminimalisir.

"Indonesia ini kan negara kepulauan, tentunya untuk secara umum akses internet sudah ada di seluruh Indonesia, hanya bagian tertentu yang barangkali sekarang ini masih blankspot atau internet yang kecepatannya masih rendah," papar Rosarita.

(fyk/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT