Pusing! Kiamat TV Analog 2 November, Tapi Set Top Box Gratis Belum Rata

ADVERTISEMENT

Pusing! Kiamat TV Analog 2 November, Tapi Set Top Box Gratis Belum Rata

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 30 Agu 2022 22:37 WIB
Ilustrasi STB TV Digital, Set Top Box ini sebagai dibutuhkan sebagai alat untuk mengalihkan tv analog ke digital. STB juga akan diberikan gratis oleh pemerintah untuk masyarakat miskin.
Pusing! TV Analog Dimatikan 2 November, Tapi Set Top Box Gratis Belum Merata. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Suntik mati TV analog paling lambat dilakukan dalam dua bulan lagi. Namun hingga saat ini, jumlah set top box gratis TV digital yang sudah disalurkan masih sangat rendah.

Bila kondisi distribusi bantuan program Analog Switch Off (ASO) bagi rumah tangga miskin ini masih lambat, masyarakat terancam tidak bisa menikmati siaran TV digital.

Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Ditjen PPI) Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia, memaparkan data terkini distribusi set top box gratis TV digital per hari ini, Selasa (30/8/2022).

"Grup SCM yang terdiri dari SCTV dan Indosiar itu punya komitmen kewajiban distribusi 1,2 juta set top box, sampai tadi pagi saya cek baru distribusikan 35 ribu lebih atau sekitar 4%. Kemudian Grup MNC itu RCTI dan Global TV punya komitmen 1,1 juta set top box itu baru distribusi 13 ribu lebih atau 1,6%," ujar Gery dalam Sosialisasi ASO secara online, Selasa (30/8/2022).

"Kemudian, Metro TV itu punya komitmen 700 ribu tapi baru distribusi tujuh ribu atau 1,3%. Trans TV komitmen 600 ribu itu baru terdistribusi 12 ribu set top box lebih atau sekitar 2,7%. RTV punya kewajiban 500 ribu, baru tersebar distribusinya 8.200 atau 5,3%. Grup ANTV dan TV One punya komitmen 150 ribu, sampai hari ini baru distribusinya 6.900 atau 4,6%. Lalu, Nusantara TV komitmennya kecil jadi sudah hampir selesai," tuturnya.

Lebih lanjut, Gery menyebutkan komitmen pemerintah yang dalam hal ini Kominfo menyediakan 2,5 juta set top box gratis TV digital. Per hari ini, jumlah bantuan yang telah disalurkan dari pemerintah itu mencapai 40% bagikan kepada kelompok rumah tangga miskin.

Akibat masih rendahnya distribusi set top box gratis TV digital tersebut menjadi evaluasi Kominfo bersama penyelenggara multipleksing. Persoalan ini juga yang menjadikan alasan perubahan penghentian siaran TV analog ke TV digital dari tiga tahap menjadi multiple ASO.

"Kita ingin mempercepat agar pembagian set top box ini segera selesai. Makanya, 30 April mengumumkan kebijakannya multiple ASO," ucapnya.

Ada tiga syarat ASO di suatu daerah bisa mengudara. Terdapat siaran televisi analog di wilayah yang akan dihentikan siarannya, wilayah yang tercakup dengan siaran televisi analog sudah siap digantikan dengan siaran TV digital, dan Bantuan Set Top Box (STB) untuk rumah tangga miskin di daerah tersebut sudah terdistribusi.

Sementara itu beberapa waktu lalu saat rapat dengan Komisi 1 DPR, stasiun TV yang juga penyelenggara multipleksing mengeluhkan pengadaan set top box gratis TV digital menjadi beban perusahaan di saat bersamaan mereka terdampak efek pandemi yang bikin pendapatan berkurang. Selain itu, persoalan data hingga lokasi penerima bantuan yang jauh dari jalur transportasi bikin bengkak pengeluaran.



Simak Video "Wilayah Jabodetabek Siap-siap Migrasi TV Analog ke Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT