3 Hari Lagi, Kominfo Blokir Dota, Yahoo, Steam Jika Tak Daftar PSE

ADVERTISEMENT

3 Hari Lagi, Kominfo Blokir Dota, Yahoo, Steam Jika Tak Daftar PSE

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 25 Jul 2022 21:45 WIB
Penyelenggara Sistem Elektornik (PSE) Lingkup Privat
3 Hari Lagi, Kominfo Blokir Dota, Yahoo, Steam Kalau Belum Daftar PSE. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan ultimatum kepada 100 platform trafik tertinggi di Indonesia yang belum mendaftar Penyelenggara Sistem Elektornik (PSE) Lingkup Privat hingga 27 Juli 2022 pukul 23.59.

Nama-nama perusahaan teknologi besar dan kebanyakan itu game, masih belum mendaftarkan diri. Sebut saja Dota, Steam, Epic Games, hingga Yahoo.

Apabila melewati dari batas tersebut, maka Kominfo akan melakukan pemblokiran terhadap platform tersebut. Namun sebelum sampai ke tahap pemblokiran, Kominfo menyebutkan telah melayangkan surat peringatan kepada mereka.

Surat peringatan dikirimkan Kominfo semenjak ditutupnya pendaftaran PSE Lingkup Privat pada 20 Juli 2022. Kominfo memberikan kesempatan terakhir selama lima hari kerja untuk segera melakukan pendaftaran ke Kominfo.

"Kalau tidak (melakukan pendaftaran), maka proses pemblokiran berjalan," ujar Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan.

Khusus untuk Roblox, per Sore ini nama mereka sudah terpampang dalam laman pse.kominfo.go.id sebagai PSE asing. Artinya, game tersebut lolos dari jerat pemblokiran Kominfo.

Sedangkan, Opera, LinkedIn, PayPal, Amazon, Alibaba, Yahoo, Bing, Steam, Dota, Epic Games, Battlenet, Origin, dan Counter-Strike belum terdaftar di PSE Lingkup Privat Kominfo.

Sebelumnya, Google, YouTube, Maps, dan Play Store yang terancam diblokir karena melewati batas akhir pendaftaran PSE Lingkup Privat, Kominfo menyebutkan mereka tengah proses mendaftar sejak 21 Juli 2022.

Hanya saja, nama-nama layanan perusahaan Alphabet itu tidak ada dalam daftar, justru yang muncul adalah Roblox yang sebelumnya diberi ultimatum oleh Kominfo.

"Karena mereka manual. Ratusan yang melakukan pendaftaran secara manual, mereka harus menyelesaikan lewat OSS (Online Single Submmision)," ungkap Semuel.



Simak Video "Update Kominfo soal Pemblokiran dan Pendaftaran PSE"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT