Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Open Source Pangkas Anggaran Ristek Rp 700 Juta

Open Source Pangkas Anggaran Ristek Rp 700 Juta


- detikInet

Jakarta - Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) telah menghitung untung rugi menggunakan software berbasis open source. Keuntungannya, anggaran bisa dipangkas sekitar Rp 700 juta. Hal itu diungkap Kemal Prihatman, Kabid Analis Pengembangan Perangkat Lunak Ristek. "(Keuntungannya) setelah saya hitung bila menggunakan proprietary, dari 350 PC yang terdapat di Ristek bisa menghabiskan anggaran negara sekitar Rp 1 miliar total hanya untuk lisensi sistim operasi, aplikasi Office (perkantoran -red), dan antivirus. (Kerugiannya) namun belum semua aplikasi bisa dijalankan dengan open source," ujarnya di Gedung BPPT Ristek, Jakarta, Kamis (15/6/2006)."Dengan menggunakan open source, kita bisa turunkan anggaran biaya sekitar 70 persen. Penggunaan real-nya paling di bawah 30 persen," imbuh Kemal. Jadi, dengan penurunan beban anggaran 70 persen, bisa memangkas anggaran sekitar Rp 700 juta.Menurut Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Ristek Engkos Koswara, meski Ristek sudah mengimplementasikan open source, kehadiran software berlisensi seperti Microsoft masih diperlukan untuk menjalankan aplikasi yang belum bisa berjalan sepenuhnya di software open source. Oleh sebab itu, dibentuklah ruang yang diberi nama pojokan Windows. "Komputernya nggak banyak, paling kurang dari sepuluh," ujarnya. Walaupun hanya kurang dari sepuluh komputer, namun menurut Kemal, bisa menghabiskan sekitar 10 persen anggaran Ristek. Menanggapi penurunan beban anggaran yang disebabkan oleh open source, Menristek Kusmayanto Kadiman pun turut berkomentar. "Untuk penggunaan aplikasi open source, bukan hanya menurunkan beban anggaran pemerintah. Tapi yang paling penting meningkatkan harkat dengan menjunjung tinggi HaKI (hak atas kekayaan intelektual -red)," tandasnya bijak. (rou) (rou/)







Hide Ads