Stasiun TV Minta Suntik Mati TV Analog Ditunda, Ini Kata Asosiasi

ADVERTISEMENT

Stasiun TV Minta Suntik Mati TV Analog Ditunda, Ini Kata Asosiasi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 26 Jun 2022 21:02 WIB
TV Analog
Stasiun TV Minta Suntik Mati TV Analog Ditunda, Ini Kata Asosiasi. Foto: @jcomp via freepik
Jakarta -

Stasiun TV yang juga penyelenggara multipleksing meminta agar pelaksanaan suntik mati TV analog atau Analog Switch Off (ASO) yang berakhir 2 November 2022 ini agar bisa ditunda. Bagaimana tanggapan dari Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI)?

Hal itu disampaikan penyelenggara mux ketika Rapat Dengar Pendapat Panja Digitalisasi Penyiaran dengan Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis (23/6). Penyelenggara mux yang dimaksud, yaitu Viva Group, MNC Group, Media Group, SCM Group dan Transmedia.

"Sebagai asosiasi belum ada usulan resmi seperti itu. Memang ada pembahasan dari anggota yang menyampaikan kondisi objektif saat ini terkait keberlangsungan usaha industri televisi bila ASO dilaksanakan," ujar Sekjen ATVSI Gilang Iskandar kepada detikINET.

Secara teknis, kata Gilang, sudah siap di mana infrastruktur siaran digital sudah selesai dibangun dan saat ini sudah bersiaran TV digital. Namun secara sosial ke masyarakat dan bisnis perlu dicermati agar kondusif bagi industri TV.

"Faktanya kepemilikan TV yang bisa menerima siaran digital di masyarakat masih dibawah 30 %. Di negara lain, ASO dilaksanakan jika ketika kepemilikan tv digital oleh masyarakat sdh lebih dari 90%," ungkapnya.

"Ini supaya tingkat kepemirsaan TV tidak turun. Kalau turun akan mengakibatkan pendapatan iklan turun. Dan itu, menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha (business continuity) stasiun TV," pungkasnya.

Sebagai informasi, migrasi TV analog ke digital yang diterapkan secara bertahap ini sudah dilakukan sejak 30 April hingga berakhir 2 November 2022. Adapun suntik mati TV analog tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Hanya saja, ASO Tahap yang tadinya menyasar 56 wilayah siaran di 166 kabupaten/kota, baru diterapkan di empat wilayah siaran di delapan kabupaten/kota yang sudah dilakukan distribusi set top box gratis TV digital 100% ke penerima bantuan .

Sementara itu, sekarang telah memasuki proses penghentian siaran TV analog jilid dua yang berakhir pada 25 Agustus, tetapi belum ada yang diumumkan progresnya oleh Kominfo. Padahal suntik mati TV analog kali ini membidik kota-kota besar, di ibu kota provinsi sampai wilayah Jabodetabek.



Simak Video "Wilayah Jabodetabek Siap-siap Migrasi TV Analog ke Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT