Stasiun TV Minta 'Kiamat' TV Analog Ditunda, Masyarakat Belum Siap

ADVERTISEMENT

Stasiun TV Minta 'Kiamat' TV Analog Ditunda, Masyarakat Belum Siap

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 25 Jun 2022 18:30 WIB
Family sitting on sofa watching television together at home
Stasiun TV Minta 'Kiamat' TV Analog Ditunda, Masyarakat Belum Siap. Foto: iStock
Jakarta -

Stasiun TV yang juga penyelenggara multipleksing (mux) mengingatkan potensi bahaya yang terjadi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) apabila penghentian siaran TV analog ke TV digital tetap selesai 2 November 2022.

Migrasi TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) ini dilakukan dalam tiga tahap. ASO Tahap 1 bahkan sudah diterapkan pada 30 April lalu.

Hanya saja dari target ASO Tahap 1 yang mencapai 56 wilayah siaran di 166 kabupaten/kota itu baru berlaku di empat wilayah siaran di delapan kabupaten/kota yang sudah ketersediaan infrastruktur dan pembagian set top box gratis TV digital sudah 100% diberikan kepada rumah tangga miskin.

Delapan kabupaten/kota yang dimaksud, yaitu Riau (Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti), Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Timur Tengah Utara, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka), dan Papua Barat (Kota Sorong, Kabupaten Sorong).

"Kesiapan masyarakat secara keseluruhan (dari semua lapisan) untuk menerima siaran TV digital masih relatif rendah. Menurut data Nielsen akhir Mei 2022 di 11 kota, baru sekitar 16% dari masyarakat memiliki TV digital teresterial," ungkap Direktur Utama Surya Citra Media Sutanto Hartono.

Lebih lanjut, berdasarkan data Nielsen juga pada akhir tahun 2021 dengan cakupannya seluruh wilayah urban rural Indonesia ditemukan baru 7% daripada seluruh penduduk RI yang menonton siaran TV digital teresterial.

"Apabila dilakukan ASO sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah, dikhawatirkan terjadi disrupsi yang tinggi dari kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan hiburan melalui platform televisi," ucapnya.

SCM kemudian membandingkan implementasi ASO di negara lain, yang mana masyarakatnya cenderung menunggu membeli TV digital atau set top box sampai ada kebutuhan menonton televisi 'killer content'.

Dan SCM mengusulkan kepada Kominfo agar pelaksanaan suntik mati TV analog sampai 2 November 2022 ini ditunda, dengan menyarankan:

  1. Mempertimbangkan untuk penundaan ASO yang berakhir 2 November 2022 nanti. Di saat bersamaan televisi menanyangkan beberapa episode 'killer content' di masing-masing televisi mulai ditayangkan hanya di siaran TV digital: FIFA World Cup, BWF, MotoGP, sinetron, variety show, talkshow, dan sebagainya.
  2. Meminta bantuan dari DPR dan Pemerintah menyediakan set top box gratis TV digital bagi rumah tangga miskin, mengingat pendapatan nett industri secara keseluruhan mengalami stagnasi selama tujuh tahun terakhir, dan kondisi industri pertelevisian masih belum pulih sepenuhnya pasca pandemi COVID-19, sehingga mengurangi beban industri.
  3. Menciptakan industri televisi yang sehat yang diperlukan, yang mana makin terdesak dengan hadirnya berbagai platform Over The Top (OTT) global.

Selain SCM, penyelenggara multipleksing seperti Viva Group, Media Group, MNC Group, dan Transmedia juga satu suara meminta penundaan pelaksanaan siaran TV digital.



Simak Video "Wilayah Jabodetabek Siap-siap Migrasi TV Analog ke Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT