Jangan Buang Dulu TV Analog, Masih Bisa Pakai Siaran TV Digital

Jangan Buang Dulu TV Analog, Masih Bisa Pakai Siaran TV Digital

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 04 Apr 2022 17:44 WIB
Close-up of a remote control sitting on a couch in an empty modern living room.
Jangan Buang Dulu TV Analog, Masih Bisa Pakai Siaran TV Digital. Foto: Getty Images/Melissa Ross
Jakarta -

Mulai 30 April 2022 ini, siaran TV analog akan dimatikan dan digantikan ke siaran TV digital. Bagi kalian yang masih memiliki TV analog atau TV tabung, jangan langsung dibuang.

Perangkat tersebut bisa dimanfaatkan dan menerima siaran TV digital saat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan migrasi TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO).

"Tidak berarti TV tabung tidak bisa menerima digital, bisa (menerima siaran TV digital) asal dipasang set top box," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate di Jakarta, Senin (4/4/2022).

Saat ini sudah tersedia siaran simulcast, yang mana siaran TV analog dan TV digital dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu. Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk jajal siaran digital.

Kominfo akan mengimplementasikan ASO yang terbagi ke dalam tiga tahap. ASO tahap 1 berlangsung 30 April, tahap 2 pada 25 Agustus, dan tahap 3 pada 2 November 2022.

Untuk menyukseskan digitalisasi penyiaran ini, Menkominfo menyebutkan ada dua hal. Pertama, infrastruktur mux terbangun dengan baik.

"Semua yang sudah diberikan lisensi sebagai penyelenggara mux sudah membangun infrastruktur mux, termasuk juga TVRI," ucapnya.

"Kedua adalah perangkat penerima televisi di rumah. Menerima siaran digital atau dikenal DVB T2, kalau sudah secara otomatis akan menerima digital, tetapi bagi TV tabung yang tidak memenuhi standar DVB T2 itu membutuhkan konektor yang disebut set top box," tuturnya.

Bagi kelompok rumah tangga miskin, akan ada bantuan set top box gratis TV digital yang bersumber dari penyelenggara mux dan dibantu sisanya dari pemerintah.

Agar penghentian TV analog dan beralih ke TV digital berjalan sukses, Johnny menyebutkan harus ada kolaborasi dari berbagai pihak.

"Utamanya kerjasamanya. Lembaga penyiaran harus dan mendistribusikan set top box, serta memasangnya di televisi tabung yang belum menerima standar TV digital agar nanti ASO bisa menerima siaran digital," pungkasnya.



Simak Video "Wilayah Jabodetabek Siap-siap Migrasi TV Analog ke Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)