Tanda Tangan Digital Jadi Solusi Cegah Kebocoran Data Pribadi

Tanda Tangan Digital Jadi Solusi Cegah Kebocoran Data Pribadi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 21 Mar 2022 10:47 WIB
Tanda tangan digital
Foto: SmartData Collective
Jakarta -

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan, solusi mengatasi maraknya kebocoran data pribadi dengan mengadopsi tanda tangan digital.

Mesti terbilang baru di Indonesia, namun identitas dan tanda tangan digital tersertifikasi memberikan sejumlah manfaat kepada penggunannya.

"Khawatir dengan kebocoran data? Justru dengan sertifikat digital atau digital ID ini nantinya cuma memberikan sertifikat saya, tidak perlu memberikan nama dan data lengkap semuanya, tinggal cek ke penyelenggara saja," ujar Semmy dalam diskusi online, Jumat (18/3).

"Ini salah satu cara solusinya. Tidak tiap kali melakukan transaksi, kita harus menyerahkan nama, nomor telepon, email lagi, itu setiap kali beraktivitas di ruang digital pasti ditanya itu," ucap Dirjen Aptika.

Semmy mengungkapkan jika masyarakat sudah menggunakan tanda tangan digital, maka ia sudah memiliki identitas digital.

"Dengan adanya sertifikat digital atau tanda tangan digital ini justru melindungi, karena yang dilihat kan tanda tangannya," jelasnya.

Dirjen Aptika mengaku dirinya telah memanfaatkan tanda tangan digital tersebut, yang mana dibubuhi tanda tangan digital merupakan tanda tangan negara.

"Kalau masih meragukan, saya setiap kali melakukan tanda tangan digital di dokumen negara, beberapa menteri juga sudah menggunakannya," ucapnya.

Semmy tidak menampik bahwa tanda tangan digital ini masih perlu diperluas pemanfaatannya kepada berbagai pihak. Bahkan, ia juga telah melakukan perintah kepada jajarannya untuk tanda tangan digital.

"Memang perlu adopsi. Saat ini sedang masa transisi, di mana kita bertransformasi. Saat transformasi ini, ruang fisik dan digital ini menyatu. Kita harapkan kegiatan usaha masyarakat lebih banyak di digital, (pakai tanda tangan digital) agar lebih efektif dan efisien," pungkasnya.



Simak Video "Polisi Koordinasi dengan Kominfo Blokir Akun YouTube Saifuddin Ibrahim"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)