Gaspol! Perakitan Satelit Satria-1 Rampung 70%

Gaspol! Perakitan Satelit Satria-1 Rampung 70%

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 09 Mar 2022 13:44 WIB
Roket SpaceX meluncur ke luar angkasa dengan membawa 4 astronaut. Keempat astronaut itu akan menghabiskan sekitar enam bulan di ISS untuk melakukan penelitian.
Ilustrasi peluncuran satelit Satria-1. Foto: AP Photo
Jakarta -

Di tengah situasi memanas di Eropa, Satelit Republik Indonesia (Satria) generasi pertama atau satelit Satria-1 terus berjalan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate perakitannya sudah mencapai hampir 70%.

Sebagai informasi, satelit Satria-1 diproduksi oleh perusahaan Thales Alenia Space yang berbasis di Prancis. Nantinya, satelit internet tersebut akan diluncurkan menggunakan roket milik SpaceX.

"(Proses perakitan satelit Satria-1) hampir 70%," kata Menkominfo kepada detikINET, Selasa (3/3/2022).

Menkominfo menjelaskan bahwa satelit Satria-1 dinilai sangat penting untuk percepatan transformasi digital. Kehadirannya untuk mengikis kesenjangan atau disparitas digital di Indonesia.

Satelit berjenis High Throughput Satellite (HTS) itu akan membantu pemerintah dalam menyebarkan akses internet ke 150 ribu titik pelayanan publik seluruh tanah air.

"Satria-1 adalah alat kita atau sarana kita untuk menutup digital divide, mempersempit kesenjangan digital dan memberikan layanan kepada semua rakyat," jelasnya.

Satelit Satria-1 ini berperan mengatasi persoalan penggelaran akses internet yang tidak bisa dijangkau oleh fiber optik.

Kunjungan kerja luar negeri Menkominfo Johnny G. Plate beserta jajaran ke Thales Alenia Space, Prancis, membahas satelit Satria-1.Kunjungan kerja luar negeri Menkominfo Johnny G. Plate beserta jajaran ke Thales Alenia Space, Prancis, membahas satelit Satria-1. Foto: Dok. Kominfo

"Dengan satelit ini kita akan menjangkau seluruh wilayah Indonesia, makanya kapasitasnya pun disesuaikan dengan wilayah nasional kita 150 Gbps itu cukup untuk mengcover seluruh Indonesia," ucap Johnny.

Satelit Satria-1 dirakit di tiga lokasi, yaitu Toulouse, Belfast dan Cannes. SATRIA-1 terdiri dari empat tingkat dengan lokasi produksi yang berbeda untuk setiap bagiannya.

"Yang berkaitan dengan pilot diproses di Toulouse, untuk base di Belfast Irlandia. Dan perakitan terakhir di Cannes sekaligus pengujiannya," kata CEO Thales Alenia Space, Herve Derrey.

Thales Alenia Space menyakini satelit Satria-1 dapat menjadi solusi Indonesia mengatasi kesenjangan digital yang saat ini masih terjadi.

Lebih lanjut, Herve menambahkan, satelit Satria-1 ini proses konstruksinya kompleksi, banyak pengujian, dan dirancang untuk kebutuhan layanan intenret di daerah yang memiliki banyak kepulauan seperti Indonesia.

"Jadi, jelas itu adalah kebutuhan yang sangat spesifik dan teknisi kami mengerjakan kebutuhan yang sangat spesifik dari Indonesia ini, kami bisa memberikan yang terbaik," pungkas Herve.

Saat ini, Menkominfo tengah melakukan kunjungan kerja ke Eropa dengan menyambangi ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2022 di Spanyol, lalu ke Prancis untuk bertemu dengan CEO Thales Alenia Space, dan menyambangi Inggris guna membahas pendanaan Airbus terhadap satelit Satria-2.



Simak Video "Internet Starlink Milik Elon Musk Aktif, Warga Ukraina Merasa Terbantu"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)