Suntik Mati TV Analog, Berkah Internet dan Ekonomi Digital RI

ADVERTISEMENT

Suntik Mati TV Analog, Berkah Internet dan Ekonomi Digital RI

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 07 Mar 2022 11:50 WIB
Remote  Kontrol TV.  dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
(Foto: dikhy sasra/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan suntik mati TV analog dan beralih ke TV digital akan mendorong layanan internet dan ekonomi digital Indonesia.

Proses migrasi TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) akan mulai dilakukan 30 April dan ditargetkan berakhir pada 2 November 2022.

"Manfaat yang akan kita dapatkan dari migrasi TV analog ke TV digital itu terkait dengan internet dan kegiatan perekonomian semakin terpadu," ujar Staf Menkominfo Bidang Komunikasi Politik, Phillip Gobang dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/3/2022).

Stafsus Menkominfo Bidang Komunikasi Politik menyatakan migrasi TV digital dapat mendorong masyarakat untuk semakin produktif dengan memanfaatkan akses layanan internet. Menurutnya dengan akses itu, berbagai ide dan gagasan kreatif masyarakat dapat tersalurkan.

"Misalnya seperti usaha-usaha UMKM yang didorong atau mendapatkan peluang dan kemudahan untuk menembus pasar yang lebih luas melalui akses internet. Oleh karena itu, program penghentian TV analog juga selanjutnya kemudian beralih ke TV digital itu terkait dengan kualitas layanan internet," jelasnya.

Phillip menilai dengan makin cepat masyarakat beralih ke TV digital akan membuat spektrum frekuensi radio lebih terbuka bagi layanan internet. Spektrum yang sebelumnya digunakan siaran analog dapat dimanfaatkan untuk kesempatan mendorong perekonomian digital.

Selama ini, pita frekuensi 700 MHz yang dipakai untuk siaran analog dianggap boros. Bila beralih ke siaran digital akan menghasilkan digital dividen yang salah satunya untuk penggelaran layanan 5G.

"Kenapa? Karena kita memanfaatkan akses internet yang lebih cepat dari sebelumnya. Hal ini yang kemudian mendorong pula pembangunan ekosistem digital dan ini merupakan suatu kesempatan yang penting atau peluang yang besar untuk mendorong bertumbuhnya ekonomi digital," tuturnya.

"Migrasi TV digital juga manfaat ekonomi untuk masyarakat secara umumnya adalah adanya apa yang disebut dengan digital dividend yang didapat dari migrasi siaran TV analog ke digital. Hal ini sekali lagi menyokong pertumbuhan ekonomi digital," sambungnya

Menurut Philip, selama masa pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi digital meningkat setiap tahun karena masyarakat lebih sering mengakses dan menggunakan layanan internet.

Oleh karena itu, suntik mati TV analog yang ditargetkan rampung pada 2 November 2022 itu akan menciptakan penghematan frekuensi yang dapat digunakan untuk layanan telekomunikasi seluler sebagai digital dividend.

"itu juga membuka banyak sekali peluang kerja, munculnya usaha kreatif yang memanfaatkan ruang digital yang semakin terbuka lebar dan pada saat yang sama masyarakat dapat menikmati siaran digital dengan lebih luas jaringannya, akses untuk mendapatkan siaran juga lebih cepat dan gambarnya lebih jernih," jelasnya.



Simak Video "Wilayah Jabodetabek Siap-siap Migrasi TV Analog ke Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT