RUU Penyalahgunaan AirTag Diusulkan di AS

RUU Penyalahgunaan AirTag Diusulkan di AS

Josina - detikInet
Jumat, 28 Jan 2022 15:43 WIB
AirTag
Foto: dok Apple
Jakarta -

AirTag asesoris buatan Apple telah dipuji kemampuannya sebagai alat pelacak yang dinilai sangat efektif dan terjangkau.

Namun di sisi lain ada bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan AirTag seperti bisa menguntit dan melacak orang ataupun barang-barang mewah.

Seperti belum lama ini AirTag digunakan untuk menguntit seorang model cantik asal AS Brooks Nader selama 5 jam. Lalu, ada juga mobil yang ditandai dengan AirTag agar dapat dicuri nantinya.

Apple sendiri memiliki beberapa fitur privasi dan anti-stalker (penguntit) bawaan di AirTag. Namun nyatanya, fitur ini tak cukup membantu.

Oleh karena itu, anggota DPR AS dari Pennsylvania John Galloway mengusulkan undang-undang yang melarang AirTag digunakan untuk menguntit sebagaimana dilansir detikINET dari Ubergizmo, Jumat (28/1/2022).

"Alat pencari presisi AirTag hanya boleh digunakan untuk menemukan properti pemilik, seperti kunci, dompet, atau tas buku, seperti tujuan awal produk," ujarnya.

"Undang-undang ini akan melindungi warga Pennsylvania dengan memastikan bahwa tindakan yang tidak beralasan ini ditangani dengan memperbarui Kode Kejahatan kami untuk melarang seseorang melacak lokasi atau barang-barang mereka tanpa persetujuan," lanjutnya.

Tampaknya jika peraturan perundang-undangan ini diubah menjadi hukum maka, ada kemungkinan negara-negara lain akan mengikutinya bahkan di seluruh dunia.

Meskipun cara Apple dinilai sangat baik akan kemampuan AirTag-nya, namun sudah waktunya bagi Apple untuk mulai mencari fitur dan perlindungan yang lebih baik untuk mencegah penyalahgunaannya di masa mendatang.



Simak Video "Apple Bakal Produksi 220 Juta Unit iPhone di 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)