4G Dipastikan Tak Ganggu Penerbangan Pesawat

4G Dipastikan Tak Ganggu Penerbangan Pesawat

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 20 Jan 2022 20:14 WIB
Maskapai Super Air Jet tiba di Bandara Praya Lombok, Kamis (18/11).
Menkominfo Pastikan 4G Tak Ganggu Penerbangan Pesawat. Foto: (dok. Humas Bandara Lombok)
Jakarta -

Tidak hanya jaringan 5G, jaringan 4G di Indonesia dipastikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate tidak akan mengganggu penerbangan pesawat di Bandara.

Persoalan ini muncul ketika sejumlah maskapai menangguhkan penerbangan ke bandara Amerika Serikat gegara adanya teknologi 5G. Sebab, menurut maskapai, 5G bisa mengganggu keselamatan.

Menkominfo menegaskan penggunaan pita frekuensi 5G di Indonesia dan AS itu berbeda. Jika di sana pakai spektrum 3,7 GHz - 3,98 GHz, yang mana hal tersebut menimbulkan interferensi terhadap sistem radio altimeter yang bekerja di spektrum 4,2 GHz - 4,4 GHz.

Sedangkan, penggelaran 5G di Indonesia akan memanfaatkan pita frekuensi yang lebih rendah, yaitu di pita frekuensi 3,5 GHz pada rentang 3,4 GHz - 3,6 GHz.

Adapun, tiga operator seluler yang diperbolehkan menggelar layanan 5G komersial, yaitu Telkomsel, Indosat Ooreodo Hutchison, dan XL Axiata baru memanfaatkan pita frekuensi 1.800 MHz dan 2,3 GHz.

"Di Indonesia itu aman untuk pemanfaatan 5G, tidak ada interferensi terhadap radio altimeter karena ada guard band sebesar 600 MHz. Guard band sebesar itu hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan yang disediakan di AS," tutur Menkominfo.

"Hingga saat ini tidak ada masalah di Indonesia, baik itu 4G atau 5G. Spektrum yang dipakai operator seluler aman dan jauh, karena ada guard band yang besar itu tadi," sambungnya.

Meski begitu, Kementerian Kominfo bersama dengan pihak terkait terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan frekuensi radio, khususnya bagi yang memanfaatkan secara ilegal.

"Setiap hari balai monitoring melakukan pengawasan untuk mendeteksi penggunaan spektrum secara ilegal. Kami akan lakukan tindakan tegas, termasuk penyitaan barang," kata Johnny.

Menkominfo kembali mengingatkan bahwa kasus 5G yang terjadi di Bandara AS, berbeda dengan yang terjadi di Indonesia.

"Jangan sampai nanti masyarakat ragu-ragu untuk naik pesawat terbang atau menuntut untuk ditunda penggelaran 5G, karena itu akan menghambat perkembangan industri telekomunikasi," pungkasnya.



Simak Video "Aktifkan 5G Tidak Perlu Ganti Kartu, Asalkan..."
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)