iPhone 12 dan iPhone 13 Kesulitan Jajal 5G di RI? Ini Alasannya

iPhone 12 dan iPhone 13 Kesulitan Jajal 5G di RI? Ini Alasannya

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 30 Des 2021 17:00 WIB
Menkominfo Johnny G. Plate memaparkan Retropeksi 2021 dan Outlook 2022 Kementerian Kominfo.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengungkapkan untuk saat ini pemilik perangkat 5G buatan Apple akan kesulitan menjajal layanan 5G di Indonesia. Foto: Screenshot
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengungkapkan untuk saat ini pemilik iPhone 13 akan kesulitan menjajal layanan 5G di Indonesia.

"Tidak semua perangkat yang ada dan miliki mempunyai fasilitas 5G, karena belum tentu software-nya 5G," kata Menkominfo dalam Retrospeksi 2021 dan Outlook 2022 Kementerian Kominfo.

"Sehingga kita harus bekerja sama dengan produsen smartphone memenuhi kualifikasi 5G. Saat ini, belum semua HP di Indonesia membuka software 5G itu, ada beberapa yang sudah buka itu Oppo, Samsung, tetapi Apple belum dibuka," tuturnya.

Ada dua varian, yaitu seri iPhone 12 dan iPhone 13 yang mendukung jaringan seluler generasi kelima. Perangkat andalan Apple itu hanya dapat terhubung dengan 5G melalui pita frekuensi 2,6 GHz.

Sementara itu, Indonesia yang baru menjajaki layanan 5G secara komersial sejak pertengahan tahun 2021, tersedia lewat pita frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz.

Adapun, baru tiga operator seluler yang menggelar layanan 5G komersial dan direstui Kominfo, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata.

"Kenapa Apple belum bisa? karena handset Apple itu bergerak di 2,6 GHz, belum ada layanan 5G di 2,6 GHz. Walaupun Apple buka, toh tidak ada layanannya. Yang ada layanan 5G di 2,1 GHz dan 2,3 GHz yang saat ini dipakai untuk 4G dan 5G," ungkap Johnny.

Kendati begitu, disampaikan Menkominfo, pemerintah terus mengupayakan ketersediaan spektrum untuk penggelaran 5G secara komersial dengan melakukan farming dan refarming di berbagai frekuensi.

Indonesia memiliki kebutuhan penambahan spektrum frekuensi sebesar 2.047 MHz hingga 2024, sedangkan yang sudah tercapai 767 MHz.

"Indonesia butuh penambahan spektrum frekuensi 1.280 MHz yang ditargetkan terpenuhi sampai 2024. Pengelolaan frekuensi dilakukan melalui farming dan refarming untuk efisiensi spektrum frekuensi radio, salah satunya migrasi TV analog ke digital yang menghemat 112 MHz di frekuensi 700 MHz," pungkasnya.



Simak Video "Aktifkan 5G Tidak Perlu Ganti Kartu, Asalkan..."
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)