'Soal Pembajakan, Banyak yang Harus Dilakukan Indonesia'
- detikInet
Jakarta -
Untuk memberantas pelanggaran hak intelektual, Amerika Serikat (AS) memandang Indonesia masih punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan."Memang telah ada beberapa aksi anti pembajakan yang telah dilakukan dalam bulan-bulan terakhir ini, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," Wakil Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS), David A. Sampson menjelaskan kepada Dow Jones Newswire yang dikutip detikINET, Jumat (28/04/2006).Data Business Software Alliance (BSA) belum lama ini memaparkan persentase pengunaan software komputer di Indonesia. Data tersebut menunjukkan angka yang terhitung tinggi, 87%."Hal yang paling penting adalah kemauan dan upaya keras Indonesia dalam memerangi pembajakan dan pemalsuan," tandas Sampson.Barang-barang bajakan seperti musik, film dan software komputer secara mudah ditemukan di pusat kota dengan harga yang miring. Data BSA menunjukkan, pembajakan hak intelektual di Indonesia tersebut berpengaruh pada kerugian perusahaan piranti lunak. Tahun 2004, Indonesia tercatat telah mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan piranti lunak sebesar US$183 juta, akibat pembajakan. Angka tersebut merupakan peningkatan dari tahun 2003 yang tercatat hanya sebesar US$158 juta.Selain pembajakan, Sampson juga mengimbau Indonesia untuk fokus dalam memberantas korupsi. "Apa yang akan kami dorong adalah fokus Indonesia dalam upaya melakukan anti korupsi. Karena itu yang merupakan hal yang fundamental dalam lingkungan bisnis dunia," demikian Sampson menjelaskan. (amz)
(nks/)