Ini Bahaya Pakai Set Top Box Abal-abal Siaran TV Digital

Ini Bahaya Pakai Set Top Box Abal-abal Siaran TV Digital

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 04 Nov 2021 21:10 WIB
LAS VEGAS, NV - JANUARY 09: The DISH Hopper HD DVR system, including a pair of companion Joey set-top boxes, are displayed during a press event at The Venetian for the 2012 International Consumer Electronics Show (CES) January 9, 2012 in Las Vegas, Nevada. The unit comes with a 2 TB hard drive and can record up to six TV shows at once and can display up to four different shows in four different rooms in a home at the same time. CES, the worlds largest annual consumer technology trade show, runs from January 10-13 and is expected to feature 2,700 exhibitors showing off their latest products and services to about 140,000 attendees.   Ethan Miller/Getty Images/AFP (Photo by Ethan Miller / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Ini Dampak Pakai Set Top Box Abal-abal Siaran TV Digital Foto: Getty Images via AFP/ETHAN MILLER.
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengingatkan agar masyarakat tidak salah membeli set top box yang tidak resmi alias tidak tersertifikasi Kominfo. Ini dampak pakai set top box abal-abal siaran TV digital.

Set top box adalah perangkat untuk membantu TV analog menangkap siaran TV digital. Jelang dilakukannya migrasi TV analog ke digital, permintaan perangkat set top box akan meningkat.

Kominfo memperkirakan ada 43 juta rumah tangga yang merupakan pengguna TV free to air. Kemudian, ada 37,7 juta set top box/TV digital yang dibutuhkan. Sedangkan, bantuan set top box gratis TV digital akan disalurkan sekitar tujuh juta unit kepada keluarga miskin, namun memiliki TV analog.

Adapun untuk saat ini, berdasarkan informasi di situs Kominfo, ada 13 model set top box yang tersertifikasi.

"Ini set top box yang sudah tersertifikasi Kominfo. Artinya, dijamin menerima siaran TV digital, karena kalau beli set top box dari luar negeri belum tentu menerima siaran TV digital," ujar Analisis Kebijakan Ahli Madya, Koordinator Layanan Televisi, Direktorat Penyiaran Kominfo, Sukamto dalam webinar, Kamis (4/11/2021).

"Mereka punya parameter teknis khusus atau bisa jadi terenkripsi, dalam pengertian ada untuk masukan kode. Jadi, belum tentu bisa gitu. Kalau (set top box yang sudah terserifikasi Kominfo) ini sudah pasti bisa terima siaran TV digital," sambungnya.

Sukamto juga mengingatkan agar masyarakat tertukar beli set top box di e-commerce. Sebab, ada set top box untuk perangkat Android.

"Jangan sampai tertukar beli untuk Android, karena ini beda untuk internet. Itu beda," ucapnya.

Meski beralih ke TV digital, masyarakat tetap merasakan layanan televisi gratis seperti di era TV analog hanya saja menggunakan bantuan set top box. Siaran TV digital adalah format penyiaran baru yang memungkinkan pemirsa menerima sinyal video dan audio berkualitas lebih tinggi daripada TV analog konvensional.

Perbedaan tersebut mempengaruhi kualitas gambar dan suara antara TV digital dengan TV analog. Tak hanya memberikan manfaat berupa siaran televisi lebih jernih, bersih, dan canggih, frekuensi yang dipakai siaran TV analog nantinya bisa dipakai untuk layanan 5G.

Penghentian siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO) ini akan dilakukan mulai 30 April 2022. Proses migrasi TV analog ke digital tersebut ditargetkan rampung seluruhnya pada 2 November 2022.



Simak Video "Kemkominfo Mulai Migrasi dari Analog ke TV Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)