'Pembajakan Turun, Lapangan Kerja TI Naik'
- detikInet
Jakarta -
Indonesia tercatat masuk dalam peringkat kelima terbesar dalam hal pembajakan software, setelah Vietnam, Ukraina, Cina dan Zimbabwe. Disinyalir, aktifitas bajak membajak ini berimbas banyak pada perekonomian negara. Konon, merugikan perekonomian hingga miliaran dolar per tahunnya.Mengenai hal itu, Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia Tony Chen mengemukakan pendapatnya, dengan merujuk pada studi yang dilakukan perusahaan riset Independent Data Corporation (IDC)."Pengurangan angka pembajakan 10 poin saja dalam kurun empat tahun, dari 88% ke 78%, akan menghasilkan pertumbuhan di industri TI lebih dari US$ 2,4 miliar dan bisa memberikan kontribusi pada perekonomian sebesar US$ 1,9 miliar," ujarnya di Hotel Intercontinental Jakarta, Selasa (18/4/2006).Saat ini, menurut Tony, pertumbuhan di industri TI (teknologi informasi) tercatat sekitar US$ 1 miliar (US$ 1 = Rp 8.968 Sumber: detikcom). Selain itu, dengan penurunan pembajakan 10%, masih menurut Tony, akan menciptakan 4.000 lebih lapangan pekerjaan baru di bidang TI.Tak hanya itu, penurunan pembajakan 10% juga turut memberikan kontribusi tambahan pada pendapatan pajak di Indonesia sebesar US$ 100 juta atau lima kali lipat dari pendapatan saat ini. (rou/dwn)
(dwn/)