Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'87% Software Komputer di Indonesia Bajakan'

'87% Software Komputer di Indonesia Bajakan'


- detikInet

Jakarta - Indonesia ternyata masuk dalam peringkat kelima terbesar dalam hal pembajakan software. Sadar atau tidak, pembajakan software telah merugikan perekonomian Indonesia hingga miliaran dolar per tahunnya. Tak hanya itu, pembajakan software juga turut menghalangi kreasi industri teknologi informasi (TI) lokal.Hal itu disampaikan salah seorang wakil Microsoft. "Di tahun 2005, sekitar 87% perangkat lunak komputer di pasar Indonesia adalah bajakan," kata Irwan Tirtariyadi dari Microsoft Indonesia, seperti dilansir detikINET dari AFP Rabu (29/3/2006).Data yang disebutkan Irwan tersebut didapat dari studi Business Software Alliance.Menurut Irwan, pelaksanaan hukum yang longgar dan korupsi yang tersebar luas telah menggiring Indonesia ke peringkat kelima terbesar di dunia untuk kategori pembajakan software, setelah Vietnam, Ukraina, Cina dan Zimbabwe."Saya memang sudah mendengar bahwa polisi sudah merazia toko-toko (yang menjual software bajakan). Pada dasarnya, informasi ini (penjual software bajakan-red) bocor. Dan ini merupakan indikasi bahwa aparat hukum sudah mulai bertindak," ujar Irwan lagi.Irwan juga mengatakan, jika pembajakan bisa turun 10%, ini akan meningkatkan perekonomian Indonesia sebanyak US$ 3,4 miliar (US$ 1 = Rp 9.086 Sumber: detik.com). Data tersebut diambil dari perusahaan riset International Data Corporation (IDC)."Membajak berarti menghalangi budaya berkreasi dan pengembangan industri TI lokal di Indonesia," tuturnya lagi.Indonesia, salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, mempunyai kurang dari 100 perusahaan TI. Sedangkan negara tetangga Singapura, yang laju pembajakannya jauh lebih rendah, memiliki 400-800 perusahaan TI.Sementara itu Aris Ideanto, salah seorang pejabat Departemen Pengadilan, mengakui bahwa pelaksanaan hukum di Indonesia dinilai masih lemah dan koordinasi pemerintah untuk menindak pembajakan masih kurang. (dwn) (dwn/)





Hide Ads