FBI Bikin Aplikasi Pesan untuk Jebak 800 Penjahat

FBI Bikin Aplikasi Pesan untuk Jebak 800 Penjahat

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 09 Jun 2021 22:11 WIB
Menurut FBI, Indonesia Jadi Negara Tujuan Penipuan Bermodus Industri Hiburan
FBI Bikin Aplikasi Messaging Khusus untuk Jebak Penjahat Foto: DW (News)
Jakarta -

FBI diam-diam mengoperasikan aplikasi messaging terenkripsi selama dua tahun. Aplikasi ini dibuat khusus untuk menjebak penjahat dan anggota mafia.

Aplikasi chatting bernama ANOM itu menawarkan percakapan yang aman dan rahasia untuk penjahat agar tidak terendus oleh penegak hukum. Tapi nyatanya developer aplikasi tersebut sudah bekerjasama dengan FBI dan aplikasi itu digunakan sebagai backdoor untuk mengintip aktivitas kriminal para penjahat.

Aplikasi ANOM diinstal di lebih dari 12.000 perangkat yang disebarkan di ratusan organisasi kriminal. Antara tahun 2019 dan 2021, aplikasi ini menyedot 27 juta pesan dan berperan besar dalam Operation Greenlight / Trojan Shield yang menahan 800 pelaku kejahatan.

Pesan-pesan yang diintip dari aplikasi ini berhasil membongkar kegiatan kriminal skala besar dan menyita delapan ton kokain, 22 ton ganja, 250 senjata api, dan USD 48 juta dalam bentuk mata uang tradisional dan kripto, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (9/6/2021).

Asal mula aplikasi ANOM bermula setelah jaringan Phantom Secure dimatikan oleh polisi pada tahun 2018. FBI menuding jaringan terenkripsi ini digunakan khusus oleh penyelundup narkoba dan organisasi kriminal lainnya.

Seorang informan yang sebelumnya menjual perangkat Phantom Source memberi tahu FBI bahwa mereka sedang membangun perangkat terenkripsi generasi baru bernama ANOM. Informan ini menawarkan sistem tersebut kepada FBI dan Australian Federal Police, dan kemudian menjualnya ke jaringan kriminal yang sudah ada.

Selama dua tahun aplikasi ANOM dipakai oleh mafia Italia, geng motor, dan jaringan narkoba internasional. Mereka tidak tahu bahwa aplikasi chat yang dikira aman ternyata memiliki 'master key' yang memungkinkan penegak hukum untuk membongkar konten yang ada di perangkat, dan tiap perangkat memiliki nomor ID khusus yang terikat dengan username yang dipilih.

Pesan-pesan yang dikirim oleh penjahat di aplikasi ini kemudian diteruskan ke server yang bisa diakses oleh FBI, AFP, Europol dan badan kepolisian lainnya. Organisasi kriminal yang menggunakan aplikasi ANOM tersebar di 90 negara, dengan Jerman, Belanda, Spanyol, Australia dan Serbia sebagai negara dengan pengguna terbanyak.

Popularitas aplikasi ini meledak di awal 2021 setelah penegak hukum membekuk operasional Sky Global, aplikasi pesan terenkripsi lainnya yang banyak digunakan oleh penjahat.



Simak Video "Dua Militer AS Jadi Korban Bom Kolombia, FBI Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)