Pipa dan Kabel Laut Akan Ditata, Ini Komentar APJII

Pipa dan Kabel Laut Akan Ditata, Ini Komentar APJII

Tim - detikInet
Selasa, 23 Mar 2021 16:46 WIB
Untuk mendukung pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Barat, PT PLN (Persero) kembali menambah kabel laut ke Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan.
Ilustrasi kabel bawah laut. Foto: Istimewa/PLN
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan mengatur pipa dan kabel bawah laut di Indonesia. Rencana tersebut disambut positif oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

"Kalau kita melihatnya sangat setuju dengan Pak Luhut bahwa kita Indonesia bisa menjadi hub di Asia," ujar Ketua Umum APJII Jamalul Izza, Selasa (23/3/2021).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pipa dan kabel bawah laut yang ada di wilayah Indonesia harus diatur karena kondisinya dinilai semrawut.

Terkait semrawut yang dimaksud Luhut itu, Jamal mengaku belum mengetahui apa artinya. Namun ia melihat ada poin penting dari rencana kebijakan pemerintah tersebut.

"Ada konteks untuk jadi hub internet, itu poin penting. Kalau semrawut, kabel dirapihin terus dibenerin. Tapi, konteks untuk jadi hub itu yang penting," kata Jamal.

Sebagai informasi, lalu lintas internet internasional, Indonesia masih numpang ke negara tetangga, seperti Singapura. Padahal dari sisi trafik internet dari Indonesia saat ini terbilang besar, sehingga APJII menilai sudah saat hub internet global bisa ada di Indonesia.

"Dulu awal bangun, Singapura punya exchange besar, jadi perlu ke sana dulu. Sekarang trafik dari Indonesia, dari sisi konten dan semuanya besar juga. Secara pangsa pasar, konten luar masuk ke Indonesia, kita lihat OTT luar ke Indonesia, besar. Ini bisa membuat Indonesia jadi salah satu hub internet di dunia," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, pipa dan kabel bawah laut di Indonesia akan diatur. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) No. 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berharap kebijakan itu membuat Indonesia lebih disiplin dan tertib dari permasalahan tumpang tindih selama ini tentang pipa dan kabel bawah laut.

"Saya berharap ini membuat negeri kita makin disiplin, jadi negeri kita jangan jadi korban dari ketidakdisiplinan kita dan dimanfaatkan oleh banyak pihak. Kita harus makin bangga Indonesia yang tertib, bukan Indonesia yang semrawut," kata Luhut kemarin.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan telah disepakati ada 43 alur pipa, 217 alur kabel dan 209 beach main hole yang ditetapkan dalam rangka penataan pipa dan kabel bawah laut di wilayah Batam, Kupang, Manado dan Jayapura. Aturan ini dapat dievaluasi sebanyak satu kali dalam lima tahun jika terjadi perubahan terkait kebijakan nasional yang bersifat strategis, kondisi lingkungan dan bencana.



Simak Video "Penetrasi Internet Naik di 2020, Ada Hubungannya dengan Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)