BRTI: Jangan Buru-Buru Uji Coba WiMax
- detikInet
Jakarta -
Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menanggapi rencana Intel Indonesia untuk melakukan uji coba teknologi Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMax) di Indonesia, pada pertengahan 2006. Menurut mereka, rencana itu harus ditangguhkan sampai standarnya ditetapkan.WiMax merupakan teknologi yang memungkinkan akses internet dapat dilangsungkan secara nirkabel, dengan jangkauan sampai 50 Kilometer dari titik akses. Teknologi ini dinilai BRTI memang bisa diandalkan untuk mempercepat teledensitas telekomunikasi. Namun begitu, teknologi ini dinilai belum saatnya diterapkan."Wong standardnya saja belum keluar," kata Kusmarihati anggota BRTI kepada detikINET di Gedung DPR MPR RI Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, belum lama ini.Lebih jauh, Kusmarihati mengatakan alasan lain, yaitu pihaknya enggan dinilai tunduk dengan kemauan vendor. "Kalau kita ngerjain Wimax sekarang, nanti dibilang vendor driven. Ada apa di belakangnya," ujarnya.Anggota BRTI lainnya, Heru Sutadi, menyampaikan pernyataan bernada serupa. Menurutnya, standar untuk WiMax saja paling cepat baru tahun ini ditetapkan oleh forum pengembangnya."Jadi mengapa tergesa-gesa. Lagipula kan sudah ada uji coba di Aceh. Toh sama saja," kata Heru.Sebelumnya, Country Manager Intel Indonesia Budi Wahyu Jati, mengaku sudah meminta izin pembukaan alokasi frekuensi WiMax agar bisa segera diujicobakan bersama dengan operator seperti Telkom dan Indosat. Namun, menurutnya, pemerintah belum memberikan kepastian alokasi frekuensi yang dinilai bisa menghambat uji coba yang rencananya berjalan pada pertengahan 2006 ini. (rou/nks)Keterangan foto: Heru Sutadi (kiri) dan Koesmarihati (kanan), Anggota BRTI.
(nks/)