Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mau Telepon Tidak Naik? Abonemen Naik!

Mau Telepon Tidak Naik? Abonemen Naik!


- detikInet

Jakarta - DPR dan Pemerintah menolak rencana rebalancing yang akan menaikkan tarif telepon lokal. Gantinya? Telkom hendak menaikkan abonemen pelanggan. Mengingat beratnya biaya yang harus ditanggung masyarakat dengan rencana kenaikan telepon lokal, Komisi I DPR menyatakan menolak tegas rencana itu. Komisi I juga mendesak pemerintah untuk mencari dan menemukan formulasi yang mampu menurunkan tarif.Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan bahwa pemerintah sudah meminta Telkom untuk tidak menaikkan tarif. "Setidaknya bukan tahun ini," kata Basuki.Sementara Dirut Telkom Arwin Rasyid mengatakan bahwa Telkom mendukung kebijakan pemerintah dalam cost based interkoneksi. Namun jika tarif lokal tak dinaikkan, tetap ada yang perlu 'disesuaikan'. "Kalau mau tarif lokal tidak dinaikkan, perhitungannya bisa diambil opsi perbandingan dari negara yang punya pendapatan perkapitanya sama, yaitu dengan menaikkan tarif abonemen. Seperti makan di buffet restoran, all you can eat," kata Arwin.Arwin mengambil contoh negara tetangga berdasarkan income per capita seperti India, Singapura, Hongkong, Vietnam dan Malaysia. Tarif telepon lokal di Indonesia, menurut Arwin, lebih murah dibandingkan negara-negara itu."Cuma masalahnya mereka mahal di abonemennya. Kita juga lebih mahal di SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh-red)," katanya. "Kalau iklimnya tidak kondusif, tidak akan dinaikan," ia menambahkan.Arwin mengakui, bahwa rebalancing dilakukan untuk menutupi pembelanjaan yang mahal. "Secara produk, kita di bawah cost. Rebalancing hanya untuk mengakali pembelanjaan peralatan kita yang cukup mahal," ujar Arwin. (rou) (wsh/)




Hide Ads