Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos Ubuntu akan Jajaki Kerjasama dengan Indonesia

Bos Ubuntu akan Jajaki Kerjasama dengan Indonesia


- detikInet

Jakarta - Mark Shuttleworth, Founder sekaligus Chairman distro sistem operasi Linux Debian, Ubuntu, hari ini, Rabu (01/02/2006), mengunjungi kantor Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek). Menurutnya, kedatangannya ke Indonesia demi menjajaki segala kemungkinan kerjasama."Terlalu dini apabila kita berbicara mengenai investasi di Indonesia. Untuk investasi di Asia, kami sudah merencanakan investasi di Cina dan India bila dilihat dari perkembangan industri teknologi informasi-nya," kata Shuttleworth seusai melakukan diskusi bersama mengenai peluang pemanfaatan aplikasi desktop Ubuntu bagi pendidikan dan bisnis di kantor Ristek."Kedatangan saya hanya untuk menjajaki kemungkinan kerjasama dalam pengembangan open source dan menyiapkan dukungan lokal untuk Ubuntu. Banyak area yang bisa dijajaki seperti pembangunan Center of Excellence (pusat pelatihan-red)," tambahnya.Kedatangan Shuttleworth juga diharap bisa meningkatkan penggunaan dan pemanfaatan perangkat lunak berbasis open source. Hal itu sinergis dengan gerakan Indonesia Goes Open Source (IGOS). "IGOS merupakan proyek menarik untuk mengkampanyekan penggunaan software legal di negara berkembang seperti Indonesia," komentar Shuttleworth. Untuk membantu program itu juga, dia bermaksud untuk memberi dukungan dengan melokalkan brand dari Ubuntu. "Hal itu demi menghilangkan persepsi bahwa Linux tidak disertai dengan dukungan lokal. Lagipula, orang akan lebih menyukai software yang dukungannya tersedia,"Forum diskusi itu melibatkan berbagai instansi seperti, pemerintah, swasta, Perguruan Tinggi, dan komunitas TI. Turut hadir pula beberapa 'dedengkot' TI seperti Onno W. Purbo, Frans Thamura (Moderator milis Ubuntu Indonesia), Adang Suhendra (Universitas Gunadarma), Michael Sunggiardi dan Judith MS (Awari). Shuttleworth yang hanya memiliki waktu singkat, sangat bersahabat dan interaktif dalam melayani pertanyaan dari para peserta diskusi yang seakan tak ada henti-hentinya. Dalam waktu sekitar satu jam, Shuttleworth mampu memuaskan dahaga keingintahuan peserta diskusi yang datang tak hanya dari Jakarta, tapi juga dari kota lain di Pulau Jawa.Seusai diskusi, Shuttleworth segera bertolak ke kantor Depkominfo untuk menemui Menkominfo Sofyan Djalil dan membicarakan kemungkinan kerjasama pengembangan open source. Sore ini juga setelah dia sowan ke Depkominfo, Shuttleworth akan langsung bertolak ke Manila, Filipina. (rou) (rou/)





Hide Ads