Kominfo Uji Coba SMS Kebencanaan, Begini Bentuk dan Hasilnya

Kominfo Uji Coba SMS Kebencanaan, Begini Bentuk dan Hasilnya

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 12 Des 2020 18:22 WIB
Ilustrasi smartphone
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan uji coba mengirimkan SMS blast terkait kebencanaan. Bagaimana bentuk SMS kebencanaan tersebut dan hasil uji cobanya?

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli mengungkapkan, uji coba tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Kominfo (Permenkominfo) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyampaian Informasi Kebencanaan Melalui Jaringan Bergerak Seluler.

Dijelaskannya, mengacu dalam Pasal 13 Ayat (2) disebutkan bahwa uji coba penyampaian informasi kebencanaan dilaksanakan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun untuk setiap tahun berikutnya.

"SMS adalah salah satu metode penyampaian informasi bencana yang efektif dan sangat bermanfaat sebagai mitigasi sehingga diharapkan dapat mengurangi dampak korban jiwa dan harta benda," ujarnya.

Ramli mengatakan uji coba SMS kebencanaan ini berlangsung di Sheraton Hotel Bandung & Tower itu juga mencakup uji coba di wilayah Kelurahan Dago, Bandung dengan radius ±2 Km.

Kominfo telah membangun Sistem Penyampaian Informasi Bencana sejak Tahun 2016. Sejak saat itu, Kominfo bekerjasama dengan penyedia informasi bencana, antara lain BMKG (Gempa Bumi & Tsunami), KLHK (Kebakaran Hutan & Lahan), BPBD DKI Jakarta (Banjir di DKI Jakarta) dan BNPB (Bencana Nasional), dan telah terhubung dengan Sistem SMS Operator Seluler (Telkomsel, Indosat, XL dan Huchison 3 Indonesia).

Kembangkan PIB Penyiaran

Plt. Direktur Pengembangan Pitalebar Ditjen PPI Marvels Situmorang menjelaskan, dalam uji coba, teks SMS Uji Coba yang bisa diterima oleh masyarakat melalui layanan seluler berbunyi: "Pesan ini adalah UJI COBA Diseminasi Informasi Bencana melalui SMS di sebagian wilayah Kota Bandung. Kementerian Kominfo - BNPB - Operator Telekomunikasi".

"Hasil Rekapitulasi Penyampaian Informasi Kebencanaan melalui SMS yang dikirimkan oleh Operator Seluler selama 30 menit dilaporkan antara lain Telkomsel = 13.239 SMS, Indosat = 5.203 SMS, XL = 2.927 SMS, dan Hutchison 3 = 8665 SMS," tuturnya.

Dikatakan Marvels, perwakilan dari BMKG, KLHK, BNPB, BPBD DKI Jakarta mengatakan Penyampaian Informasi Bencana (PIB) melalui SMS diklaim efektif, tepat dan perlu dilanjutkan.

"Operator Seluler (Telkomsel, Indosat, XL dan Huchison 3) menyatakan akan selalu mendukung Pemerintah terutama dalam penyampaian informasi menyangkut bencana & kedaruratan sesuai amanat UU 36/1999 tentang Telekomunikasi," ujarnya.

Selain Penyampaian Informasi Bencana lewat SMS, Kominfo juga menjajaki pengembangan media lain untuk penyampaian informasi bencana, salah satunya melalui media penyiaran.

"Di akhir Tahun 2020 ini Kemkominfo telah bekerjasama dengan TVRI. Dan untuk Tahun 2021 direncanakan akan bekerjasama dengan Lembaga TV Swasta. Selain itu juga akan menambah kerjasama dengan penyedia informasi bencana yaitu PVMBG untuk bencana gempa vulkanik dan erupsi gunung berapi," jelasnya.



Simak Video "Kominfo Suspend Akun Twitter Pengunggah Video Azan Jihad"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)