Menkominfo-Operator Seluler Berembuk Bahas 4G di Pelosok Indonesia

Menkominfo-Operator Seluler Berembuk Bahas 4G di Pelosok Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 17 Nov 2020 12:33 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate melakukan pertemuan dengan para operator seluler.
Foto: Screenshot
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate melakukan pertemuan dengan para operator seluler. Apa saja yang dibahas?

Ada lima agenda atau topik yang dibahas antara Menkominfo beserta jajarannya dengan para operator seluler, seperti Hutchison 3 Indonesia (Tri), Indosat Ooredoo, Telkomsel, Smartfren, dan XL Axiata dalam rapat yang dilakukan di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Topik yang dibahas, di antaranya evaluasi perjalanan 10 tahun industri telekomunikasi, license renewal untuk izin pita frekuensi 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, program pembangunan infrastruktur TIK (4G) oleh operator seluler dan Kominfo di 12.548 desa dan kelurahan hingga tahun 2022.

Kemudian, pembangunan infrastruktur TIK (4G) di lima destinasi wisata super prioritas untuk menghadirkan sinyal dan bandwidth/kualitas yang memadai di Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, Danau Toba, dan Borobudur, serta rencana phased out 3G dan upgrade ke 4G.

"Bulan Desember ini adalah bulan terakhir dari 10 tahun perjalanan pertama liberalisasi operator seluler di Indonesia, sehingga tahap satu berakhir tahun ini. Dan, kali ini kami membicarakan, melakukan evaluasi panjang terkait 10 tahun pertama industri seluler di Indonesia," tutur Menkominfo dalam konferensi pers virtual.

"Ada banyak hal baik, positif yang dilakukan dan banyak juga evaluasi perbaikan dalam perjalan 10 tahun ke depan nanti, di antaranya mengevaluasi bagaimana efisiensi yang perlu dilakukan untuk membangun infrastruktur TIK di Indonesia," sambungnya.

Pembahasan itu dilakukan, mengingat luasnya wilayah Indonesia yang terdiri dari puluhan ribu pulau, daratan, hingga laut yang kemudian dihadapi dengan tantangan topografi dalam penggelaran infrastruktur telekomunikasi di Tanah Air.

"Dan, karenanya perbaikan-perbaikan dalam rangka efisiensi infrastruktur seperti amanat dalam Undang-Undang yang baru, diatur dalam Omnibus Law atau UU Cipta Kerja itu perlu dibicarakan dan diimplementasikan dengan baik secara bersama-sama antara regulator pemerintah dengan operator seluler yang memungkinkan efisiensi penggelaran infrastruktur TIK secara nasional," ucap Menkominfo.

Adapun tujuan dari efisiensi infrastruktur TIK yang dimaksud Menkominfo, yaitu memperkecil disparitas antar wilayah dan pemanfaatan kecepatan internet yang lebih merata seluruh wilayah Tanah Air.

"Bagaimana kami mendiskusikan potensi-potensi pengembangan industri telekomunikasi 10 tahun kedua dengan memperhatikan akselerasi transformasi digital dampak dari COVID-19, dalam hal ini memperhatikan pengembangan teknologi baru yang akan datang, termasuk di dalamnya spektrum sharing untuk teknologi baru," pungkas Politisi dari Partai NasDem ini.



Simak Video "Kominfo Bersih-bersih Ratusan Hoax UU Cipta Kerja di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)