Vietnam Sebut Netflix dan Apple Tak Bayar Pajak

Vietnam Sebut Netflix dan Apple Tak Bayar Pajak

Josina - detikInet
Jumat, 13 Nov 2020 17:26 WIB
ILustrasi Netflix, ILustrasi Nonton, ILustrasi TV
Foto: Photo by Joanes Andueza on Unsplash
Jakarta -

Menteri Informasi Vietnam Nguyen Manh Hung menyebut perusahaan streaming asing seperti Netflix dan Apple dinilai menghindari tanggung jawab pajak. Hal tersebut menurutnya dapat menciptakan persaingan tidak sehat bagi perusahaan domestik.

Menurut Kementerian Informasi dan Komunikasi Vietnam, baik Apple maupun Netflix tidak pernah membayar pajak di Vietnam, meski mereka memiliki pendapatan gabungan hampir 1 triliun dong atau sekitar Rp 608 miliar dengan lebih dari satu juta pelanggan.

"Perusahaan-perusahaan domestik harus mematuhi peraturan pajak dan konten sedang perusahaan asing tidak. Ini merupakan persaingan yang tidak sehat," ujar Nguyen Manh Hung seperti dilansir detikINET dari Gizmochina.

"Beberapa konten di Netflix telah melanggar peraturan yang terkait dengan sejarah dan kedaulatan negara, kekerasan, penggunaan narkoba dan seks," tambahnya.

Pada tahun 2018 Vietnam telah mengadopsi undang-undang keamanan siber baru yang mewajibkan perusahaan asing memperoleh penghasilan dari aktivitas online untuk menyimpan data mereka di dalam negeri.

Namun sayangnya, Netflix belum memiliki rencana untuk membuat kantor mereka di Vietnam atau bahkan membangun server.

"Kami mendukung penerapan mekanisme yang memungkinkan penyedia layanan asing seperti Netflix mengumpulkan dan mengirimkan pajak di Vietnam. Namun saat ini mekanisme seperti itu tidak ada," ujar juru bicara Netflix.

Hung mengatakan bahwa Kementerian Informasi, Kementerian Keuangan, dan Departemen Pajak juga bekerja sama untuk memfasilitasi pengumpulan pajak dengan menghitung pendapatan perusahaan streaming besar ini sejak mereka masuk ke Vietnam.



Simak Video "Netflix Raih Pelanggan Baru, Namun Masih Kurang 'Menggigit'"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)