Aturan IMEI Ponsel BM Bisa Jadi Penyelamat Resesi RI

Aturan IMEI Ponsel BM Bisa Jadi Penyelamat Resesi RI

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 02 Okt 2020 05:50 WIB
Pada hari ini, Senin (17/2/2020) pemerintah bersama operator seluler melakukan uji coba pemblokiran ponsel black market (BM).
(Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Aturan IMEI suntik mati Ponsel BM bisa jadi penyelamat Indonesia dalam menghadapi resesi. Dengan memberantas peredaran perangkat ilegal, penerimaan pajak negara dari jual-beli ponsel, bisa membantu menguatkan perekonomian negara.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Kominfo Ismail menyebutkan, salah satu tujuan diberlakukannya aturan IMEI untuk melindungi produsen dalam negeri.

"Produsen ini salah satu hal yang penting untuk menjaga Indonesia tidak masuk dalam krisis nasional," ujar Ismail dalam diskusi virtual yang dikutip dari channel YouTube Sobat Cyber Indonesia Official.

"Kita akan menghadapi resesi yang luar biasa berat karena pandemi COVID-19. Kita harus mengurangi sebanyak mungkin impor, mempertahankan produksi dalam negeri. Bahkan, mungkin bisa (melakukan) ekspor. Ini untuk menjaga kondisi perekonomian bangsa," ucap Dirjen SDPPI.

Dengan berjalannya aturan IMEI pada 18 April yang kemudian berlaku pada 15 September kemarin, kebijakan suntik mati ponsel BM bisa memberikan rasa aman kepada produsen elektronik tersebut.

"Teman-teman produsen dalam negeri ini harus memiliki rasa aman bahwa mereka memproduksi barang-barang di Indonesia, bahkan merakit dengan tidak dibanjiri barang yang tidak bayar pajak, akibatnya tidak fair karena ada barang black market," jelasnya.

Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo IsmailDirjen SDPPI Kementerian Kominfo Ismail Foto: Screenshoot