Kapasitas CEIR Penuh, Input Data IMEI Disetop

Kapasitas CEIR Penuh, Input Data IMEI Disetop

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 30 Sep 2020 20:37 WIB
Aturan IMEI segera diimplementasikan pada 24 Agustus 2020 untuk suntik mati ponsel BM alias black market di Indonesia.
(Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapakan kapasitas mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR) sudah penuh. Khawatir akan down, CEIR pun untuk saat ini tidak lagi menampung database International Mobile Equipment Identity (IMEI).

Direktur Industri Elektronika dan Telematika (IET) Kemenperin Dini Hanggandari menjelaskan, data Tanda Pendaftaran Produk (TPP) impor dan TPP produksi diungguh ke mesin CEIR. Untuk saat ini, alat tersebut masih di Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) yang nantinya diserahkan ke pemerintah.

"Nah, sekarang ini, yang perlu pelaku usaha ketahui bahwa TPP Produksi dan TPP Impor itu berdasarkan Permen Kemenperin nomor 108, wajib memberikan realisasi dari rencana impor dan produksi tersebut. Namun, sampai saat ini kami belum mendapatkan realisasi tersebut," ujar Dini dalam diskusi virtual yang dikutip dari channel YouTube Sobat Cyber Indonesia Official.

"Data TPP yang ada selama ini kita sudah masukkan ke CEIR. Akibatnya, (kapasitas-red) CEIR itu penuh, ditakutkan akan down karena terlalu banyak, CEIR ini untuk sementara tidak dapat menerima TPP IMEI yang berasalkan dari Kemenperin yang terbaru. Jadi, saat ini kesulitan," ucapnya menambahkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikINET, Rabu (30/9/2020) CEIR memiliki kapasitas yang bisa menampung 1,2 miliar database IMEI, di mana 1,1 miliar sudah di upload ke mesin tersebut.

Dini mengatakan Kemenperin bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah mencari solusi dari penuhnya kapasitas CEIR ini. Opsi yang saat ini mencuat adalah membersihkan nomor IMEI dari perangkat yang sudah tidak aktif, sehingga CEIR hanya dapat memewadahi IMEI yang aktif.

"Ada beberapa opsi. Operator juga harus melihat IMEI mana yang aktif dan yang tidak aktif, jadi hanya IMEI yang aktif saja tetap ada CEIR," jelasnya.

"Kemenperin juga sudah membuat surat untuk pelaku usaha untuk mengajukan laporan realisasi karena ini akan dimasukkan ke CEIR yang ada di TPP Produksi dan TPP Impor. Selama ini kan mengajukan TPP tapi realisasi kurang diperhatikan. Kapasitas CEIR ini terbatas, di mana yang memasukkan ini tidak hanya Kemenperin, ada Bea Cukai," pungakasnya.



Simak Video "Kemenperin Sebut Aturan IMEI Belum Efektif Blokir Ponsel BM"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)