Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Setelah ke Kas Negara
40% Hasil Tender 3G akan Kembali ke Postel
Setelah ke Kas Negara

40% Hasil Tender 3G akan Kembali ke Postel


- detikInet

Jakarta - Hasil tender frekuensi telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G), akan masuk ke kas negara, lalu sebagian akan kembali ke Postel sebagai institusi yang men-drive pemasukan tersebut.Pemerintah melalui Ditjen Pos dan Telekomunikasi akan melangsungkan tender lisensi frekuensi 3G. Dalam tender tersebut, diperkirakan ada banyak uang yang akan masuk ke kas negara dalam bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).Jumlah pastinya memang belum bisa dihitung, karena angka-angkanya belum diumumkan. Tapi bisa dilihat beberapa sumber pemasukan dari tender tersebut, yaitu dari penjualan dokumen tender dan dari proses tender itu sendiri.Dari sumber pemasukan tersebut, hasil penjualan dokumen akan sepenuhnya masuk ke kas negara dalam bentuk PNBP. Namun untuk hasil tender, keseluruhan akan diserahkan ke kas negara dulu, lalu akan kembali ke Postel lagi dalam bentuk biaya operasional Postel."Ini berlaku di semua departemen. Jadi seperti di departemen lain, Postel selaku pen-drive pendapatan tersebut akan mendapatkan bagian, tapi sebagian besar untuk negara," ungkap Gatot S. Dewa Broto, Kepala Bagian Umum dan Humas, Ditjen Postel, saat dihubungin detikinet, Sabtu (14/1/2006). Seluruh pemasukan yang dihasilkan Postel, menurut Gatot akan disatukan. Jadi tidak hanya hasil tender 3G saja, tapi ada juga pendapatan dari BHP frekuensi, penggunaan power, dan jasa telekomunikasi. Juga termasuk kontribusi dari operator telekomunikasi untuk pembangunan telepon pedesan (Universal Service Obligation/USO) sebesar 0,75 persen dari pendapatan kotor operator, dan seluruh pemasukan lainnya, masuk ke kas negara.Nantinya, sebagian akan kembali ke Postel selaku institusi yang 'memungut' pendapatan tersebut. "Maksimal sekitar 40 persen akan kembali ke Postel untuk keperluan operasional, tapi semua harus mendapat persetujuan DPR," ujar Gatot. (nks/)





Hide Ads