Marak SMS Spam, Rambu-rambu Pengiriman SMS Akan Dibuat - Halaman 2

Marak SMS Spam, Rambu-rambu Pengiriman SMS Akan Dibuat

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 23 Sep 2020 11:00 WIB
Ilustrasi SMS
Ilustrasi Short Message Service (SMS) Foto: Istimewa

Adapun regulasi eksisting yang dimaksud Ketut ini, antara lain Peraturan Menteri no.9 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Jasa Penyediaan Konten Pada Jaringan Bergerak Seluler.

Ketut mengemukakan untuk SMS penawaran tidak terkait langsung dengan layanan yang dimiliki pelanggan, misalnya menawarkan paket data, kuota baru, top up, dan sebagainya itu, semestinya operator seluler memperhatikan kenyamanan pelanggan, apakah mau menerima atau tidak SMS tersebut.

"operator seluler semestinya menyediakan opsi bagi pelanggan untuk tidak lagi menerima SMS, seperti yang biasa kita sebut opt-in dan opt-out," kata Ketut menambahkan.

Sebagai informasi, opt-in yang dimaksud Ketut adalah jika pelanggan tetap ingin dikirimkan SMS sejenis. Sementara itu, opt-out ialah pelanggan tidak lagi menginginkan SMS sejenis.

"Jika pelanggan sudah memilih opsi opt-out, operator seluler tidak boleh lagi mengirimkan SMS sejenis," ungkap Ketut.

Sedangkan SMS yang terkait langsung dengan layanan yang dimiliki pelanggan, misalnya SMS yang mengingatkan bahwa masa laku kartu prabayar pelanggan sudah hampir jatuh tempo atau masa laku kuota paket data sudah hamper jatuh tempo. Untuk pesan singkat tersebut, Ketut mengatakan, tujuannya adalah melindungi kepentingan pelanggan.

(agt/fyk)