Ampun! Bombardir SMS Spam Masih Terjadi

Ampun! Bombardir SMS Spam Masih Terjadi

tim - detikInet
Selasa, 22 Sep 2020 13:14 WIB
Modus penipuan melalui layanan SMS.
Bombardir SMS Spam Masih Terjadi (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)
Jakarta -

Netizen ramai-ramai mengeluhkan banyaknya SMS spam yang diterimanya. Padahal, program registrasi SIM card prabayar sudah dijalankan sejak dua tahun lalu.

Tak sedikit yang mencurahkan kekesalannya, karena hampir setiap hari dibombardir dengan SMS spam, baik itu isinya berupa tawaran modal usaha, investasi, hingga soal cari jodoh pun ditawarkan oleh oknum dari nomor antah berantah.

"Hampir setiap hari selalu ada aja SMS spam kayak gini, mulai dari pinjaman modal usaha, investasi, makelar tanah, dapet mobil, cari jodoh," ungkap akun @wrahmadani10.

Saking geramnya karena terus-terusan menerima SMS spam tersebut, netizen sampai mengkritisi bagaimana bisa nomor mereka bisa diketahui orang yang tak dikenal seperti saat dipantau detikINET di Twitter, Selasa (22/9//2020).



Sebelumnya pemerintah telah memberlakukan program registrasi SIM Card prabayar sejak dua tahun lalu. Melalui program tersebut, yang mana harus divalidasi dengan Nomor KK dan nomor NIK, pemerintah menjanjikan yang salah satunya dapat membendung SMS spam.

Sayangnya sejak dua tahun lalu, para pelanggan seluler masih dibombardir SMS spam. Meskipun, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menyediakan saluran akun Twitter @aduanBRTI, berupa akun resmi untuk menampung/menerima pengaduan layanan telekomunikasi, SMS SPAM, termasuk namun tidak terbatas pada penipuan, penawaran yang tidak dikehendaki dan SARA.



Simak Video "Langkah-langkah Laporkan SMS Spam ke BRTI "
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)