Zuckerberg, Bezos, Sundar Pichai dan Tim Cook Disidang Kongres AS

Zuckerberg, Bezos, Sundar Pichai dan Tim Cook Disidang Kongres AS

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 30 Jul 2020 12:42 WIB
Top row, Facebook CEO Mark Zuckerberg, right, Amazon CEO Jeff Bezos, second from right, and bottom row Google CEO Sundar Pichai, left, and Apple CEO Tim Cook, second from left are sworn in remotely during a House Judiciary subcommittee on antitrust on Capitol Hill on Wednesday, July 29, 2020, in Washington. (Mandel Ngan/Pool via AP)
Empat Bos Teknologi Dicecar di Depan Kongres AS Foto: AP/Mandel Ngan
Jakarta -

CEO Amazon, Apple, Facebook dan Google baru saja bersaksi di depan Kongres Amerika Serikat pada Rabu (29/7) kemarin. Kesaksian ini dibuat untuk meyakinkan House Judiciary Committee bahwa bisnis yang mereka jalankan tidak menjurus pada praktek monopoli.

Ini merupakan salah satu momen pengawasan terbesar terhadap raksasa teknologi, yang merupakan bagian dari investigasi selama lebih dari satu tahun yang berhasil mengumpulkan ratusan jam wawancara dan jutaan dokumen dari perusahaan yang dipanggil.

CEO Amazon Jeff Bezos, CEO Apple Tim Cook, CEO Facebook Mark Zuckerberg dan CEO Google/Alphabet Sundar Pichai telah merilis pernyataan mereka sehari sebelum kesaksian ini. Lalu di hadapan kongres mereka diberi waktu selama lima menit untuk memberikan pernyataan pembuka.

Bezos, Cook, Zuckerberg dan Pichai mengikuti sidang ini secara virtual dari kantornya masing-masing. Dalam pembukaannya, keempatnya berargumen bahwa perusahaannya menawarkan produk yang bermanfaat bagi konsumen di tengah pasar yang penuh dengan kompetisi, dan ukuran mereka yang sangat besar membuat layanan yang mereka tawarkan lebih baik dari pesaing.

House Judiciary Antitrust, Commercial and Administrative Law Subcommittee Chair David Cicilline dari Partai Demokrat membuka sidang ini dengan memperingatkan pengaruh yang dimiliki raksasa teknologi asal AS.

"Karena perusahaan ini sangat penting bagi kehidupan modern kita, praktek dan keputusan bisnis mereka memiliki efek yang sangat besar terhadap ekonomi dan demokrasi kita," kata Cicilline seperti dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (30/7/2020).

"Setiap tindakan oleh salah satu perusahaan ini bisa mempengaruhi ratusan juta orang dengan cara yang mendalam dan abadi," sambungnya.

Sidang ini membahas banyak isu yang terkait dengan praktek bisnis Facebook dkk. Sebut saja tudingan bias anti-konservatif terhadap Facebook, isu privasi dan bisnis iklan yang dijalankan Google, dan praktek Apple yang menghapus aplikasi pesaing dari App Store.

Dari keempat perusahaan ini, Facebook dan Google yang paling banyak dicerca oleh anggota subkomite. Facebook terus-terusan ditanya oleh anggota kongres Pramila Jayapal dari Partai Demokrat soal akuisisi Instagram pada tahun 2012.

Sedangkan Google ditanyai Cicilline soal tuduhan dari bisnis kecil yang menyebut Google mencuri konten mereka untuk ditaruh di platform-nya. Zuckerberg dan Pichai terlihat kesulitan menjawab pertanyaan tersebut.

Setelah berlangsung selama 5,5 jam sidang ini akhirnya berakhir. Cicilline menutup sidang dengan mengatakan komite akan segera merilis laporannya tentang Facebook dkk dengan kesimpulan dan langkah berikutnya yang bisa diambil.

"Sidang ini memperjelas satu fakta bagi saya: perusahaan-perusahaan yang ada saat ini memiliki kekuatan monopoli. Beberapa perlu dipecah, semua harus diatur dengan benar dan diminta bertanggung jawab," kata Cicilline.

"Kita perlu memastikan undang-undang anti-monopoli yang pertama kali ditulis lebih dari satu abad lalu harus bisa berfungsi di era digital," pungkasnya.



Simak Video "Palestina Tak Muncul di Maps, #FreePalestine Menggema"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)